Pentingnya Keterampilan Membaca Bagi Anak – Sedang nikmat-nikmatnya ngudut di warung, tiba-tiba datang seorang kawan lama duduk di depanku dan tanpa ba-bi-bu langsung berkata, “Cok, penelitian terbaru dari CCSU (entah apa itu) mengatakan kalau rata-rata anak-anak membaca kurang dari 15 menit per hari,” ujarnya.

“Indonesia?” tanyaku cepat.

“Dunia, Bro,” ujarnya bersemangat.

Kusedot dalam-dalam rokok yang tinggal seharga 300 rupiah. Terlepas yang dikatakannya itu hoaks atau memang nyata, dan bodo amat dengan CCSU, aku langsung bisa menerka-nerka arah pembicaraan selanjutnya: ngomong taek. Melihat sisa kopi yang tinggal ampasnya, aku melihat ada peluang melarikan diri.

Langsung saja saya permisi akan pulang. Dan dalam perjalanan pulang, perenunganku akan baca-membaca di mulai.

Pentingnya Keterampilan Membaca

Tidak ada keterampilan yang lebih penting daripada membaca, terutama pelajar. Aku yakin itu. Setiap pembelajaran pada dasarnya adalah membaca. Lalu dengan membaca akan memningkatkan kemampuan literasinya.

Rumusnya, jika dia adalah pembaca yang kuat, maka pelajaran apapun akan menjadi lebih mudah baginya. Jika dia pembaca yang lemah, semua pelajaran akan terasa sulit.

Membaca juga merupakan keterampilan yang perlu dipraktikkan. Jika mengikuti berita kawanku di atas, 15 menit sehari membaca itu sungguh konyol. Membaca sebenarnya adalah ilmu teknis dan harus dipraktekkan. Seperti tim sepak bola yang melakukan latihan, membaca buku juga butuh latihan. Dan bagaimana mungkin tim sepak bola yang berlatih 15 menit sehari bisa menjadi tim yang tangguh.

Tapi kemudian, karena penasaran, aku cek berita dari kawanku itu. Ternyata benar, saya menemukan sumber dari What Kids Are Reading 2019, bahwa hampir setengah dari pelajar (yang menjadi populasi mereka) membaca kurang dari 15 menit sehari. Tapi saya tidak menemukan detil penelitian itu.

Tapi terlepas dari itu, jika melihat di Indonesia, secara kasar mungkin ada benarnya. Budaya membaca kita memang kurang. Ini saya dapat dari pengalaman sepintas ketika melihat dari anak-anak SD di sekolah. Bahkan beberapa saya tanyai lebih suka buku atau gawai, semua menjawab gawai.

Karena itu, menurutku, budaya atau kebiasaan membaca kita memang kurang. Di mana sekarang Youtube lebih menjajikan daripada buku. Jika Anda orang tua dan mempunyai anak, serahkan saja pada Youtube. Dan alogaritma Youtube akan bisa secara cermat memilihkan konten-konten yang baik buat anak.

Tapi aku tidak suka dengan hal itu. Selain alasan kuota, kemungkinan gawai dibanting, efek ketagihan dan sebagainya, aku punya beberapa pertimbangan. Terkait pentingnya keterampilan membaca bagi anak, bagiku: pertama, membaca itu adalah proses mengajar diri sendiri; kedua, membaca adalah kemampuan mendasar-personal setiap orang; dan ketiga, membaca adalah belajar menghadapi tantangan.

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di situs Bacatulis. Gambar: Unplash @Andrew Le

Maghfur Munif

Aku lahir di Gresik, nomaden, pecandu kopi, arbitrer seperti bahasa, suka catur, dan kerap menulis. Cita-citaku manunggaling kawulo teks. Bisa dihubungi lewat Twitter: @punkysme atau email: punkysme@gmail.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *