Menuliskan blurb buku yang menjual ternyata tidak semudah yang kita kira. Namun sebelum ke sana, akan lebih baik kita mulai dulu pertanyaan: apa pentingnya blurb buku? Atau mungkin lebih ke belakang, apa bedanya blurb buku dengan resensi.

Blurb buku, sinopsis, dan resensi sama-sama bisa membantu mempromosikan buku.  Namun ketiganya berbeda. Ringkasnya, blurb buku adalah tulisan yang ada di sampul belakang buku; sinopsis adalah ringkasan dari isi buku (singkat, padat dan jelas); dan resensi adalah penilaian terhadap buku (termasuk kelebihan dan kekurangan). Di samping itu, ada juga sekarang strategi promosi buku dalam bentuk endorsment.

Jadi, bisa dikatakan, di antara ketiga itu, blurb adalah yang paling dekat dengan calon pembeli bukumu. Karena itu, blurb buku sangat penting. Semakin bagus blurb buku kamu, kemungkinan terjual semakin tinggi.

Bagaimana Menuliskan Blurb Buku yang Menjual?

Terdapat adigum yang mungkin sudah kita kenal, jangan menilai buku dari sampulnya. Oh, ayolah. Mari kita jujur. Kita semua melakukan itu – baik tersurat maupun tersirat. Sampul buku, baik depan maupun belakang, sama-sama penting dalam menarik calon pembeli buku yang potensial. Sampul buku memicu dan merangsang calon pembeli. Dalam banyak kasus, buku dengan blurb dan sampul yang menarik, ternyata mempengaruhi kita untuk membeli. Apalagi jika kita adalah penulis atau penerbit pemula. Oleh karena itu, mulai sekarang, mari kita perhatikan pentingnya blurb buku.

Ajak Pembaca Berpikir

Calon pembeli bukumu iseng-iseng melihat kover buku dan judul buku yang menarik. Ia akan mengambil bukumu. Melihat bukumu masih terbungkus plastik, maka ia akan membalik bukumu dan membaca blurb buku. Karena itu, mulailah dengan satu kalimat yang menarik. Kalimat yang menarik itu bisa berupa sebuah pertanyaan, atau situasi yang mendebarkan. Tujuannya, kalimat itu akan membuat calon pembaca ikut berpikir, dan kemudian ia akan merasa tertarik untuk tahu lebih banyak tentang isi bukumu.

Rumusnya: Jika kalimat pertama blurb bukumu membosankan, maka calon pembaca tidak akan membaca sisa blurb bukumu. Apalagi membaca bukumu.

Beri Sedikit Konflik

Jika ingin calon pembaca ingin membeli bukumu, maka kamu perlu sedikit memberikan calon pembeli secara pribadi isi bukumu secara singkat. Tujuannya sebagai perangsang, atau iming-iming. Jika buku adalah fiksi atau novel, maka kenalkan calon pembeli bukumu dengan karakter utama. Jika bukumu adalah nonfiksi, maka tunjukkan calon pembeli bukumu dengan dilema atau permasalahan inti bukumu. Dalam contoh, misalnya novel Perahu Kertas dari Dee. Blurb bukunya menurutku bagus dan menjual. Rumusnya: semakin unik karaktermu, maka akan semakin menjual. Atau semakin aburd dilema atau permasalahan dalam buku, akan semakin menjual.

Jangan Terlalu Panjang

Beberapa penerbit biasanya membatasi blurb buku sekitar 200-300 kata. Bahkan ada yang membatasi hanya 150 kata. Namun intinya sama saja, jangan terlalu panjang. Kamu mungkin akan ingin terus menambah blurb bukumu, seolah-olah 200 kata itu tak cukup untuk menggambarkan keuinikan karakter dalam ceritamu atau dilema permasalahanmu. Namun jangan lakukan itu. Pertama, perlu diingat, blurb buku berbeda dengan sinopsis buku atau deskripsi buku. Kedua, kamu juga harus memperdulikan pembaca. Masak mereka harus lama berdiri, berdiam, dan berpikir di toko buku untuk sekedar membaca blurb buku kamu?

Uji Blurb Bukumu

Tidak ada salahnya jika kamu melakukan semacam uji coba untuk membuat blurb buku kamu. Untuk melakukan uji coba blurb kamu, cara paling mudah adalah dengan menggunakan media sosialkamu. Kenapa blurb buku kamu perlu diuji: seenggaknya untuk memastikan atau menyesuaikan target pembaca dan blurb kamu sudah sesuai. Dalam hal ini, biasanya penerbit akan membuat dua opsi blurb buku kamu. Ini mirip seperti strategi promosi buku “vote cover” yang sedang marak. Dari pengujian blurb bukumu itu, kamu akan bisa melihat mana yang lebih sesuai dan pas. Barometernya paling mudah mungkin bisa dilihat dari jumlah like, comment, dan sebagainya.

Jika kamu masih buntu, mungkin di sini akan aku berikan tips atau template langkah-demi-langkah yang mudah dalam membuat blurb buku:

  1. Ajak pembaca berpikir atau libatkan pembaca;
  2. memperkenalkan konflik cerita,
  3. jangan terlalu panjang atau terlalu pendek; dan
  4. uji blurb bukumu di Media Sosial.

Langkah-langkah lain untuk menuliskan blurb buku yang menjual ini adalah dengan:

  1. Ekspos kisahmu atau tokoh utamamu;
  2. gambarkan konfliknya; dan
  3. beri sedikit isyarat akan klimaks.

Blurb buku selanjutnya diakhiri dengan kalimat deskripsi keseluruhan dari buku. Jika bukumu adalah novel, mungkin di akhir kamu bisa memberi gambaran suasana hati dari cerita. Atau mungkin kamu memberi isyarat akan ending dari novel, atau resolusi dari konflik. Tapi usahakan jangan terlalu mudah ditebak, biar calon pembeli penasaran dan membeli buku kamu.

Sedikit Catatan Menuliskan Blurb Buku Non-Fiksi

Blurb buku untuk nonfiksi tentu beda dengn buku fiksi. Blurb buku nonfiksi kamu, harus memberi pembac apa yang mereka harapkan. Mulailah dengan gaya yang mendebarkan. Paling mudah dalam melakukan ini adalah dengan membenturkan fakta dan teori. Misalnya: secara teori, perempuan merupakan makhluk yang lemah. Namun, pada kenyataannya, terdapat 1000 perempuan berpengaruh dunia.

Berangkat dari kerangka awal seperti itu, seperti halnya pada buku fiksi, akan mengikuti pola atau rumus berikut:

Benturkan fakta dan teori, ungkapkan ide utama, ceritakan tema, lalu berikan sedikir karakter dari penulis.

Perkenalkan juga kebutuhan akan buku-buku itu dan untuk siapa buku itu kamu tuliskan. Misalnya buku ini untuk para ibu-ibu hamil, untuk para oraganisatoris dan sebagainya. Calon pembeli buku nonfiksimu harus memahami bagaimana mereka bisa mengambil manfaat dari bukumu. Itu harus ditekankan.

Kemudian, akhiri blurb buku nonfiksimu dengan sebuah harapan. Tunjukkan kepada calon pembeli bukumu bagaimana bukumu akan memberi mereka jawaban dalam menyelesaikan permasalahan mereka.

Demikian tulisan atau catatan singkatku perihal blurb buku yang menjual. Diawali dengan pengantar yang “tinju keras” pengantar ya mengagetkan, divariasi dengan karakter yang menyenangkan, jumlah kata yang pas, maka pembaca akan menyerah. Dan akhirnya memutuskan untuk membeli bukumu.

Ada sedikit tulisan atau ulasan dari Yona Primadesi mengenai Karakteristik Bahasa Blurb Buku sebagai Media Promosi.

Maghfur Munif

Aku lahir di Gresik, nomaden, pecandu kopi, arbitrer seperti bahasa, suka catur, dan kerap menulis. Cita-citaku manunggaling kawulo teks. Bisa dihubungi lewat Twitter: @punkysme atau email: punkysme@gmail.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *