Perhitungan Biaya Cetak Buku Offset tidaklah semudah yang dibayangkan. Jangankan bagi yang awam, bagi yang ahli atau master di bidangnya pun kadang kewalahan. Sulitnya menghitung biaya cetak buku offset itu setidaknya dikarenakan 2 hal utama: 1) harga kertas yang fluktuatif (mengikuti kurs dollar) karena kertas-kertas ternyata banyak yang impor 2) proses cetak offset itu sendiri yang cenderung menggemaskan – ruwetnya.

Namun bagi beberapa orang, cetak offset adalah tantangan industri buku tersendiri. Bahkan beberapa penerbit ada yang merasa ogah terhadap POD (print on demand). Alasan mereka pun bermacam-macam: bisa dari kualitas; keuntungan; dan sebagainya. Tapi ada juga yang sudah pensiun dari dunia offset karena prosesnya yang melelahkan.

Bagi aku pribadi, aku lebih suka offset. Meskipun prosesnya panjang, tapi kualitas cetakannya tak bisa bohong. Ini juga yang membuatku mudah mendeteksi buku itu bajakan atau tidak: kualitas cetakan. Tapi ya ada juga yang melalui industri POD tetapi bukunya asli. Jadi, kembali ke selera masing-masing.

Mari kita mulai belajar melakukan perhitungan biaya cetak dengan sebuah cerita:

Kamu punya penerbit. Ada naskah masuk. Setelah di-layout, naskah itu berukuran 20×14 (standar A5) dan berjumlah 300 halaman. Dan jumlah eksemplar 300. Karena lagi tren kertas bookpaper, kamu memilih kertas bookpaper sebagai kertas isi. Berapa modal yang kamu butuhkan untuk mencetak buku tersebut?

Langkah pertama dan mungkin paling penting adalah menentukan jenis atau ukuran mesin offset. Untuk menentukan ini, harus dengan menentukan ukuran buku. Rumusnya: ukuran buku menentukan ukuran mesin offset. Atau mungkin sebaliknya menentukan dulu mesin offset lalu menentukan ukuran buku. Sama saja. Tapi karena dalam cerita di atas, kamu sudah menetapkan ukuran 14 x 20 cm, maka kita tentukan mesin offsetnya.

Secara singkat, ada dua jenis mesin offset untuk cetak buku: Oliver 52 dengan area cetak 50 x 36 cm. dan Oliver 58 dengan area cetak 43 x 56 cm. Ingat itu, area cetak bukan ukuran mesin!

Cara mengetahui kamu akan memakai mesin apa, caranya kalikan dengan ukuran buku. Lebar buku 14 cm, agar bisa dua sisi kalikan 2= 28 cm. Lalu kalikan dengan 2 lagi agar maksimal, hasilnya 56 cm. Kemudian panjang, 20 cm kalikan dengan 2, hasilnya 40 cm. Lihat ilustrasinya di bawah ini:

Jadi dalam satu area, kamu bisa menghasilkan 8 lembar atau halaman, belum bolak balik.

Sependek pengalamanku bekerja di percetakan buku, ada setidaknya 12 hal penting dalam perhitungan biaya cetak buku offset:

Kebutuhan kertas isi

Jangan membeli kertas pas ukuran, beli langsung kertas plano. Ada beragam jenis ukuran plano. Standarnya ada 2: pertama, 61 x 86 cm; kedua, 65 x 100 cm. Untuk menentukan kebutuhan kertas ini, kembali ke ukuran buku dan mesin. Tadi sudah ditentukan ukurannya 14 x 20 cm dan menggunakan mesin Oliver 58 dengan area cetak 56 x 43 cm. Mana yang cocok? Pastinya yang 86 x 61 cm, karena luas area cetak 43 masih bisa dikalikan 2, hasilnya 86. Pas. Lihat ilustrasi berikut:

Lalu, untuk dapat 300 halaman butuh berapa plano? Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa satu plano bisa didapatkan 2 area cetak Oliver 58; dan satu area cetak Oliver 58 bisa mendapatkan 8 lembar. Jadi satu plano dapat 16 lembar. Cara menghitungnya, berarti menggunakan rumus I: Jumlah halaman:16. Berarti 300×16=18,75.

Lalu untuk menghitung total kebutuhan kertas: (hasil dari rumus pertama) dikali (jumlah eksemplar + 50) -> 18.75×350=6562,5 lembar. (Catatan: + 50 ini bersifat wajib meskipun angkanya tidak harus +50. Standarnya 50.)

Jangan membeli lembaran plano, beli yang rim-riman. Untuk tahu berapa rimnya, bagi hasil tersebut dengan 1.000, jangan 500. Karena bukumu nanti pasti bolak balik. Namun jika tidak bolak balik, bagi dengan 500. 6562,5 : 1000 = 6,5 rim.

Harga 1 rim plano bookpaper 60 gr sekitar 470.000.

Jadi kebutuhan kertas = 6,5 x 470.000=3.055.000

Kebutuhan kertas sampul

Jumlah sampul harus lebih banyak dibandingkan dengan jumlah isi. Jika kamu mencetak 300, dan untuk isi kamu lebihkan 50, maka tambah lagi 30 atau 50 biar pas 400. Kertas sampul normalnya adalah Ivory 230 gr. Rumus menghitung kebutuhan kertas sampul: Jumlah eksemplar:8. ->400:8=50 lembar. Pasaran kertas ivory plano adalah 5.000, maka: 50×5000=250.000.

Kebutuhan Plat atau Film Cetak Isi

Untuk mengetahui jumlah plat yang dibutuhkan, kembali ke area cetak tadi: 1 area cetak oliver 58 bisa mencetak 8 halaman. Jadi, rumus kebutuhan plat, Jumlah Halaman:8. -> 300:8=37,5 bulatkan menjadi 38 plat. Biaya cetak per plat sekitar 28.000.

Maka 38 x 28.000=1.064.000

Kebutuhan Plat atau Film Cetak Sampul

Plat sampul tidak menggunakan satu warna, namun empat warna : CMYK. Biaya per warna biasanya 25.000. Jadi untuk membuat platnya, membutuhkan 1 plat seharga 25.000×4=100.000.

Kebutuhan Biaya Cetak Isi

Di atas sudah didapatkan kamu butuh 38 plat untuk cetak isi. Biaya cetak per plat rata-rata 30.000-40.000 ribu. Anggaplah 35.000. Maka kebutuhan cetak isi 38×35.000=1.330.000.

Kebutuhan Biaya Cetak Sampul

Cetak sampul per plat juga rata-rata 200.000-300.000. Anggap biaya cetak offset warna untuk sampul kamu 300.000.

Potong Awal

Setelah selesai cetak isi, buku akan dipotong menjadi dua halaman bolak-balik. Biaya potong ini pun bervariasi, tapi rata-rata 10.000.

Kebutuhan Jasa Lipat

Setelah dipotong, isi buku dilipat menjadi satu muka atau ukuran 14×20. Jasa lipat ini bisa menggunakan mesin atau menggunakan tenaga manusia. Saranku gunakan tenaga manusia, meski lebih mahal, hasilnya kadang lebih memuaskan. Biaya untuk jasa ini pun bervariasi. Jika menggunakan tenaga manusia, biasanya dihitung per rit atau biasanya 20 halaman. Per rit untuk 300 eksemplar biasanya 100.000. Berarti butuh 15 rit -> 15 x 150.000=1.500.000. Semakin banyak biasanya semakin murah.

Kebutuhan Laminasi Sampul

Laminasi bisa per lembar, bisa juga per cm. Rata-rata untuk biaya laminasi kover (doff atau glossy) ukuran buku 14 x 20 cm adalah 1.000. Maka biaya yang dibutuhkan 400.000 (cetak kover di poin 2).

Kebutuhan penjilidan (Binding)

Binding ini juga bisa beragam harganya. Ada yang harganya perbuku, ada yang borongan. Rata-rata harga jilid per buku adalah 3.000-4.000 rupiah. Harga itu biasanya untuk minimal order 300 ke atas. Semakin banyak biasanya semakin murah. Anggaplah 3.000 rupiah, kalikan 350 buku (sesuai cetak isi)=1.050.000.

Kebutuhan Potong Rapi

Kebutuhan potong ini agak berbeda dengan potong di atas, karena area yang dipotong ada tiga. Jadi untuk potong rapi, ini agak maha. Untuk 300 buku, dengan tebal 300 halaman, kira-kira menghabiskan biaya 150.000.

Kebutuhan Wraping

Wraping atau biasa disebut juga shrink, ini pun bervariasi harganya. Semakin banyak semakin murah. Rata-rata wraping per buku harganya 100-300 rupiah. Ada yang 75, bahkan ada yang 50 rupiah. Tapi untuk kali ini anggaplah 300 rupiah. Jadi, 350 buku x 300 = 105.000.

Total Perhitungan Biaya Cetak Buku Offset

Setelah kedua belas hal tersebut selesai, baru kita bisa melakukan perhitungan biaya cetak buku offset per buku. Caranya, dengan menjumlah 12 hal di atas:

Kebutuhan kertas isi 3.055.000; Kebutuhan Kertas Sampul 250.000; Kebutuhan Plat atau Film Cetak Isi 1.064.000; Kebutuhan Plat atau Film Cetak Sampul 100.000; Kebutuhan Biaya Cetak Isi 1.330.000; Kebutuhan Biaya Cetak Sampul 300.000; Kebutuhan Potong awal 10.000; Kebutuhan Jasa Lipat 1.500.000; Kebutuhan Laminasi Sampul 400.000; Kebutuhan penjilidan (Binding) 1.050.000; Kebutuhan Potong Rapi 150.000; Kebutuhan Wraping 105.000; dan Total: 9.314.000.

Jadi perkiraan modal yang harus kamu keluarkan untuk mencetak buku offset, 300 eksemplar, 300 halaman adalah sekitar 9.314.000 atau bulatkan 9,5 juta.

Itu bukan harga pasti. Itu hanya perkiraan. Harga kertas, harga cetak, harga finishing, dan harga-harga lain di atas sangat fluktuatif.

Secara sederhana, jika kita bandingkan dengan harga cetak via POD, maka di dapatkan:

Cetak POD per A5=80 -> 80×300 (hlm) =24.000. Kover = 3500; =27.500 -> 27500×300 eks =8.250.000; Laminasi = 400.000; Binding =1.050.000; Potong Rapi+wraping =350.000; Total 10.050.000.

Gambar Featured: Geraldine Lewa via Unplash

Maghfur Munif

Aku lahir di Gresik, nomaden, pecandu kopi, arbitrer seperti bahasa, suka catur, dan kerap menulis. Cita-citaku manunggaling kawulo teks. Bisa dihubungi lewat Twitter: @punkysme atau email: punkysme@gmail.com

Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *