Kumpulan Puisi-puisi Marlupi – Nama asli dari Marlupi adalah Utari Kusno. Di masa penjajahan Jepang, ia menjadi seorang guru Taman Siswa di Ambarawa.

Salah satu puisinya yang terkenal adalah Penderitaan. Puisi Penderitaan diterbitkan pertama kali di Majalah Pantja Raja, Th. I No. 14, 1 Djuni 1946. Berikut puisi Marlupi yang berjudul Penderitaan.

Penderitaan

Djiwa menangis diiris sedih,
Bermuram durdja penuh kesedihan
Djiwa tersebu menangis merintih
Badan terkulai penuh penderitaan

Bagai terdengar angin menderu-deru,
Awan tebal bergulung-gulung,
Halilintar gemuruh bagai peluru,
Semesta alam bagai berkabung.

Tak ada kawan menghapus gundah,
Tak terdengar langkah orang bertandang,
Sendirilah djiwa rasa tenggelam diair bah,
Tidak terdengarkah orang mendjelang?

Hanja terdengar angin menderu-deru,
Diangkasa dingin nan lebar;
Adakah orang mengulurkan tangan itu?
Ja, Tuhan membisikkan supaja sabar.

Djiwamu sendiri kawanmu sekandung,
Tuhan sendiri tempat berlindung,
Supaja pertjaja
Senantiasa

Bahwa segala penderitaan diri,
Tak seberapa dengan penderitaan dunia ini;
Bahwa segala penderitaan lambat laun
Akan hilang disapu waktu.

– Djanuari 1943

Puisi ini juga masuk dalam catatan H.B. Jassin, Gema Tanah Air cet. ke-5 yang diterbitkan oleh P.N. Balai Pustaka tahun 1969.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *