Buku tentang anarkisme di Indonesia dari tahun ke tahun tampaknya mulai mengalami peningkatan, menurutku. Setidaknya itu yang aku rasakan. Di awal-awal sekolah, tahun 2011, sekaligus awal mula berkenalan dengan dunia pergerakan – yang entah kenapa selalu diidentikkan dengan kiri – aku mencari referensi atau bacaan-bacaan terasa sulit. Di perpustakaan sekolah pun tidak kutemukan.

Namun sekitar tahun 2017-an, aku mulai bisa menemukan buku tentang anarkisme. Buku itu adalah buku Anarko Sindikalis-nya Rudolf Rocker. Buku itu diterbitkan penerbit Parabel. Dan dari seorang kawan, aku diberi buku itu.

Buku itu tipis namun sulit dipahami. Entah karena lema-lema yang sulit – beberapa kali bahkan harus buka kamus dan googling – atau memang aku belum punya dasar pemahaman tentang anarkisme. Membaca buku itu beberapa kali bahkan membuat keningku berkerut. Berbeda dengan membaca Manifesto Komunis-nya Marx versi Indonesia – tidak ber-ISBN – yang mudah dipahami dan penuh gelora.  Di bulan-bulan berikutnya, Parabel rutin menerbitkan buku-buku unik dari pengarang luar negeri: mulai dari Anatomi Negara, Tuhan dan Negara, dan Anarchists Never Surrender.

Di tahun-tahun berikutnya, buku tentang anarkisme pun semakin banyak beredar di linimasa. Karena ketertarikan pribadi, aku ingin mengkoleksi buku-buku tentang anarkisme. Berikut buku-buku tentang anarkisme:

ABC Anarkisme

Buku ini tampaknya merupakan terjemahan The ABC of Anarchism karya Alexander Berkman. Pada bagian pengantar Freedom Press, dijelaskan bahwa buku ini merupakan lanjutan (atau edisi revisi) dari buku pertama Berkman, What is Communist Anarchism? – yang beberapa waktu lalu (2019) juga terbit edisi Indonesia dengan penerbit Jalan Baru Publisher.

Selain tema bukunya yang mungkin terdengar vulgar, bagiku buku ini punya dua keunikan: pertama, berbeda dari buku-buku pada umumya, hak cipta dari buku ini adalah bebas dan merdeka; kedua, ilustrasi sampul yang menyenangkan mata dan mengesankan ketenangan, meskipun isinya membara.

Secara isi, buku ini nyaman untuk dibaca. Aku suka gaya penerjemehannya. Sayangnya tidak disebutkan siapa penerjemahnya. Namun, buku ini cukup membuat pembaca mengerutkan dahi dan tak jarang pembaca akan dibuat berpikir dua kali atas apa yang terjadi di sekitarnya – apalagi jika kamu seorang yang kaku.

Jika kamu seorang aktivis, atau organisatoris, atau mungkin ESJEWE, menurutku, sempatkan membaca buku ini. Tipis aja kok.

Setalah membaca itu, lanjutkan dengan membaca Apa Itu Anarkisme Komunis?. Biar tambah pengetahuan kamu akan anarkisme.

God and the State (Edisi Indonesia)

Buku ini ditulis mbah Bakunin. Buku ini sepertinya diterbitkan oleh dua penerbit berbeda. Edisi penerbit Parabel diterbikan dengan judul Tuhan dan Negara penerjemahnya R.A. Hussein, sementara edisi Penerbit Second Hope diterbitkan dengan judul God and The State (2017), penerjemahnya Zulkarnaen Ishak.

Ada beberapa perbedaan dari kedua terbitan itu, namun pada intinya, menurutku sama. Di buku Tuhan dan Negara, diceritakan bagaimana seharusnya anarkisme seharusnya bisa punya tempat di Internasionale. Diceritakan pula sedikit pertentangannya dengan tentang jalan dan menghancurkan kapitalisme.

Setelah membaca buku ini, kamu mungkin akan mulai menyukai anarkisme. Apalagi jika memang kamu punya dasar organisatoris atau revolusioner. Aku sendiri suka sekali dengan logika-logika yang digunakan Bakunin.

Jika punya uang berlebih, silahkan sekalian membaca buku Bakunin lainnya, Statism and Anarchy, yang diterjemahkan dan diterbitkan Second Hope.

Anarkisme Apa yang Sesungguhnya Diperjuangkan

Kalau buku ini, sepertinya buku wajib bagi kamu yang berpegang teguh pada ideologi anarkisme, terutama kalau kamu cewek. Buku ini adalah buku terjemahan dari tulisan Emma Goldman, Anarchism – What it Really Stands For. Buku ini diterjemahkan oleh Tim Amsyong dan diterbitkan oleh Jalan Baru Publisher.

Nama Emma Goldman sendiri sudah seperti empu dari anarkisme, seperti halnya Bakunin, Serge, Rudolf Rocker, Murray, dan sebagainya. Anarkisme adalah pusat pandangan Goldman tentang dunia. Pertama kali tertarik pada penganiayaan terhadap kaum anarkis setelah peristiwa Haymarket tahun 1886, melihat penganiyaan itulah, ia mulai mengabdikan dirinya atas nama Anarkisme.

Di buku ini, ia menulis: Anarkisme, benar-benar berarti pembebasan pikiran manusia dari dominasi agama; pembebasan tubuh manusia dari penguasaan harta benda; pembebasan dari belenggu dan pengekangan pemerintah. Anarkisme berarti tatanan sosial yang didasarkan pada pengelompokan individu secara bebas untuk tujuan menghasilkan kekayaan sosial yang nyata; sebuah perintah yang akan menjamin setiap manusia akses bebas ke bumi dan kenikmatan penuh dari kebutuhan hidup, sesuai dengan keinginan, selera, dan kecenderungan individu.

Selain buku-buku di atas, perkembangan buku-buku yang membahas tentang anarkisme mulai banyak berkembang. Beberapa buku lainnya antara lain: Anarko Sindikalisme (Parabel, 2017); Anarchists Never Surrender Victor Serge (Parabel, 2018); Statism and Anarchy Edisi Indonesia (Second Hope, 2017); Ekologi dan Anarkisme – Kumpulan Esai (Pustaka Catut, 2018); Anarkisme Post-Modern (Basabasi, 2019);  Anarkisme untuk Pemula (Daun Malam, 2017); Anarki Panduan Grafis (Daun Malam, 2017); dan Chomsky On Anarchism yang diterjemahkan Prima Hidayah dan Ibnu Malik (Lingkaran, 2018). Jika kamu tertarik mengkoleksi pun sekarang sudah dipermudah dengan toko buku daring.

Banyaknya buku-buku tentang anarkisme tersebut patut kita apresiasi. Terutama para penerjemah dan penerbit yang berani mengambil resiko menerbitkan buku-buku unik di Indonesia. Terima kasih, sudah memberikan bacaan yang menarik.

 

Maghfur Munif

Aku lahir di Gresik, nomaden, pecandu kopi, arbitrer seperti bahasa, suka catur, dan kerap menulis. Cita-citaku manunggaling kawulo teks. Bisa dihubungi lewat Twitter: @punkysme atau email: punkysme@gmail.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *