Dongeng Siang Bolong merupakan buku yang ditulis Rabu Pagisyahbana. Buku ini termasuk dalam kategori Novel yang diterbitkan Basabasi pada tahun 2018.

Kutipan

Andai Kata Iman Kita Hapus dari Muka Bumi  — “Seorang  guru Mandala pernah memberiku sesuatu paparan perihal iman. “Bahwa iman adalah yang rawan bila dibicarakan, terlebih bila kita melihatnya dari satu sudut pengertian saja. Andai kata ‘iman’ kita hapus dari muka bumi, atau setidaknya cukup kita hapus dari ingatan kita maka yang tersisa tinggallah hati yang bisa kita andalkan untuk membantu kita mengenali serta memberi semacam rumah kepada orang-orang yang memiliki daya perilaku dalam mengetahui bahwa sebenarnya mereka senantiasa berada di antara dua tebing ketakutan dan ketakjuban akan suatu hal yang Maha Besar. Banyak hal yang seharusnya mampu berdamping-beriringan, namun terkadang kita lupa untuk membenahi hati sebelum memikirkannya. SI tua gaharu kembali menghentikan perkataannya.

“Dan apa yang dikatakan guru Mandala itu tak ubahnya satu pengertian dari banyak baris pengertian lainnya,” kata si tua gaharu mengimbuhi.

Lalu baris pengertian yang Tuan buat sendiri mana?” sahut Tanadja dengan raut muka yang tak biasa. —  Sumber; Buku Dongeng Siang Bolong, halaman 138-139.

Daftar Isi

  • Pengantar — 3
  • Daftar lsi — 7
  • Pulau Itu Diberi Nama Yojana — 11
  • Ovates Si Penumbuk Akar — 14
  • Pengendara Ombak — 21
  • Suatu Duduk perkara  — 26
  • Lelaki Pemilik Pondokan — 29
  • Iman. Jawab Ovates —  34
  • Seperti Sekepal Ubi Raksas — 8
  • Bukit Itu Menyala —  40
  • Lelaki yang Memiliki Badan Sedikit Tambun —  44
  • Jiwa Kta adalah Pinisi Dibangun di Hari Kelima dan Ketujuh Bulan Berjalan  — 51
  • Orang-Orang Berambut  Merah Keengkih-eengkihan —  55
  • Terima Kasih Cukup Sisipkan Namaku dalam Doa Tuan  — 60
  • Barus — 63
  • Menuju Jawaduwipa  — 60
  • Jahun-Tahun Berlalu  — 5
  • Penjual Tuak —  77
  • Hati yang lemah /\emangku Harapan —  81
  • Sekunpulan Kerbau Berbulu Domba —  85
  • Dongeng Siang Bolong  — 89
  • Dukuh Megirang  — 95
  • Sudah Gaharu Cendana Pula  — 100
  • Nasib Terkadang Seperti laut ltu Sendiri  — 105
  • Guru Mandala Pernah Berkata Kepadaku — 109
  • Apa Pendapatmu MengepaiHamga? — 114
  • Kau adalah lmam bagi Semua Imajinasimu  — 118
  • Si Tua Gaharu —  125
  • Biarkan Dia Membuat Sepinya Sendiri — 128
  • Andai Kata Iman Kita Hapus dari Muka Bumi — 134
  • Kerbau dalam Mimpi — 142
  • Di Sekitar Pelabuhan — 146
  • Sebuah Pertemuan — 150
  • Cerita Nakthoda Kapal 155
  • Selama Pinisi Melaju — 158
  • Sejauh Mata Memandang — 159
  • Di Sini Segala Sesuatunya Memang Sudah Dipersiapkan — 102
  • Suatu Kebenaran Tak lagi Mencukupi167
  • Pada Waktu yang Bersamaan  — 172
  • Biarkan Kami Menanggung Upah Rasa Malu Kami — 176
  • Biografi penulis — 179

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *