Ekonomi Cukup merupakan buku yang Radhar Panca Dahana. Buku ini termasuk dalam kategori Esai (Sosial-Politik) yang diterbitkan Kompas pada tahun 2015.

Kutipan

Padahal sebagai rakyat, kita telah tiada habisnya ditonjok keras oleh melambungnya harga-harga, terutama bahan pokok, baik karena “mekanisme pasar alamiah” (seperti inflasi), praktik praktik spekulasi yang dilakukan para penimbun atau kartel dagang.

*

Pemiskinan Sistemik — Kapitalisme di negeri-negeri berkembang, khususnya non-oksidental, memang problematis sejak awalnya. la tidak dimulai, antara lain, oleh struktur sosial yang serupa dengan apa yang ada di tanah kelahirannya. Lewat berbagai karakteristik dan unikum lokalnya, kapitalísme negeri berkembang berlangsung bukan untuk menciptakan keseimbangan, kesetaraan atau kesejahteraan bagi semua elemen masyarakat/bangsa di negeri bersangkutan. Tetapi, justru sebaliknya.

Persoalan di antaranya ada pada asas laissez faire, di mana setiap pihak (seakan) memiliki hak dan peluang yang sama untuk merebut akses atau kesempatan ekonomis yang ada atau disediakan. Namun, kenyataan sosial-politik-ekonomi-kultural yang ada di masyarakat-masyarakat tersebut justru menciptakan keadaan yang membuat proses ekonomi pun berlangsung secara terbalik atau bertentangan dengan asas itu.

Hal itu terjadi ketika hak dan peluang – -mau tak mau — harus dipahami oleh bagaimana struktur sosial yang ada mendistribusi prasarana-prasarana (politik, ekonomi, dsb) kepada tiap elemen masyarakat, untuk dapat mengoperasikan hak dan peluangnya masing-masing. Distribusi itu dalam kenyataannya sesungguhnya sudah timpang. Di mana segolongan kecil bangsawan tradisional lebih memiliki kemampuan untuk mengakses, memiliki dan mendayagunakan prasarana-prasarana tersebut. Maka, seorang pengusaha dari kalangan bangsawan pemodal besar), misalnya, akan memililki prasarana modal, jaringan, birokrasi, dan infrastruktur lain yang lebih kuat ketimbang pengusaha non-bangsawan (pemodal kecil).

Konsekuensi logisnya, hasil atau keuntungan yang diperoleh oleh masing-masing pemodal pun –tanpa menghitung kasus- adalah kelipatan wajar dari nilai nominal dasarnya. Bahkan dengan peluang yang berlipat lebih besar dari pesaing kecilnya, pemodal besar pun dapat menggandakan modal serta keuntungannya, untuk meninggal kan sang pemodal kecil jauh di belakangnya. Bahkan pada titik tertentu, pada nafsu kekayaan tak terbatas hingga ke tingkatgreedy (serakah), pemodal besar sebenarnya sudah merebut-tak hanya hak dan peluang tapi juga keuntungan dari pemodal kecil.

Di sinilah, proses pemiskinan secara sistemik sudah menjadi keniscayaan kapitalistik. —  Sumber; Buku Ekonomi Cukup, halaman 11-12.

Daftar Isi

  • Pengantar Penulis — ix
    • Esai Pembuka Sri-Edi Swasono — xiii
  • PENDAHULUAN | Ekonomi yang Mengkhianati Diri — 1
  • BAB I MELAWAN KAPITALISIME KOLONIALISTIK
    • Menggugat Kapitalisme: Ambisi Manusia-Tuhan — 9
    • Konspirasi Trio “P” — 14
    • Ganjilnya Kebijakan BBM — 20
    • Kolonialisme Jilid 3: Jasa — 25
    • Perbudakan dalam Kapitalisme — 30
    • Kasus: Ironi Malin yang Kaya — 35
    • Mutualisme Demokrasi dan Kapitalisme — 39
    • Kabinet Tape — 45
    • Manusia Tempe —  52
  • BAB II PERANG VERSUS KORUPSI
    • Kita Harus Berperang! —  57
    • Pimpinlah Perang Itu, Jenderal — 63
    • Ketika Pemilu Berbiaya Tinggi — 69
    • Pemborosan Ajaib Itu — 75
    • Monster Hibrid Demokrasi Kapitalistik — 81
    • Korupsi: Dosa dan Sanksi Publik — 86
    • Doa Koruptor, Doa Diri Sendiri — 93
  • BAB Ill INDONESIA DALAM PARADOKS GLOBAL
    • Soeharto dan Globanialisasi — 101
    • Final Globalisasi Kebudayaan — 109
    • Kita dalam Permainan Dunia — 115
    • Paradoks Global — 121
    • Tragedi Dunia Janus — 125
    • “The Empire Strikes Back” — 132
    • Arsenal Energi Kita — 137
    • Indonesia Bergerak — 142
    • Belajar dari Negeri Lain.. 146
  • Bab  IV Ekonomi Cukup Hidup yang Dicukupi dan Mencukupi
    • Hidup Lebih — 155
    • Hidup Cukup — 165
    • Kemiskinan Kita — 171
    • Kelas dalam Diri Kita — 175
    • Paradoks Demokrasi Ekonomi — 181
    • Bisnis yang Absen Budaya — 190
    • Arsenal Utama yang Terlupa — 195
    • Ekonomi Cukup Menuju Kedaulatan Ekonomi Indonesia — 201
  • Indeks — 211
  • Tentang  Penulis — 217

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *