Gerak Gerik merupakan buku yang ditulis oleh AH J Khuzaini. Buku ini termasuk dalam kategori Novel yang diterbitkan Belibis pada tahun 2018.

Kutipan

Bukan iba atau kuatir, makin lama dengan gaya semacam itu, di mataku Pak Setu makin terlihat menggemaskan, andai beliau tidak setua usia Nenek, tanpa sungkan akan kujejali teguran, tanpa basa-basi kusampaikan keberatanku. Tahu diperhatikan dan ditunggu banyak orang malah menundukan wajahnya. Baiklah, semata-mata sebab usia, akan kutunggu penjelasannya, aku yakin kalimat singkat itu akan membuatnya dalam masalah, sebentar lagi satu diantaranya keempat sahabatnya pasti menanyakan maksud. Pasti.

Dua menit berlalu belum juga ada seorangpun sahabatnya bicara. Apa ada yang aneh dengan kalimat standar dan wajar tadi. Sahabat masih belum membuka sepatah kata apapun, tak juga menarik ulur candaan seperti sebelumnya, bahan candaan mereka mungkin senasib layang-layang yang tersangkut pucuk bambu.

Tiga menit lewat, belum ada suara terdengar, apa mungkin ucapan biasa itu tak memiliki penjelasan dan bekerja bak mantra yang membuat empat temannya dibuat tak berminat bercanda dan bicara. Kurasa suasana perlahan menghening dan dingin, udara seolah-olah memadat dan semakin berat buat dihirup.

Empat menit tak ada yang suara yang terdengar cuma dengus nafas mereka, bunyi rokok kretek hasil hisapan Pak Setu, dan jam tanganku yang tak gunakan mengukur masa diam mereka.

Baiklah, aku harus lebih tenang dan biarkan kata itu bergerak menemukan maknanya sendiri, seperti mantra. Aku akan ikut terdiam, trengingat ucapan Paman alumni PMIl dua bulan lalu, dia kerap menghubungiku bila hendak mendatangi kegiatan PMII meski tanda diundang atau untuk menghibur diri di tempat yang dia senangi sebagaimana sore itu.”…Bocah.. apa kau pernah dengar tiap hari…bahkan kalimat biasa saja dan diucapkan ribuan kali bahkan bikin kuping gatal dan bosan mendengarnya. Tapi.. pada satu titik tertentu bisa jadi hantaman luar biasa menyesakkan bila diucapkan  oleh orang-orang yang teruji oleh sejarah dan waktu..?.” ucapannya disatu sore saat duduk di bawah kaki pohon di tepi sungai legendaris di kota yang kutingali sambil menunggu senja dan matahari tenggelam. Di bulan September hampir setiap hari kami mengerjakan perbuatan sia-sia itu bersama.

“Seingatku…. belum pernah dengar kalimat biasa yang terdengar luar biasa. Bahkan lebih sering dengar kalimat luar biasa yang diucapkan orang biasa. Hahahahha. Teman-temanku agar terlihat pintar sering banget mengutip tokoh hebat..apalagi dengar kata politisi saat berorasi.. —  Sumber: Buku Gerak Gerik, halaman 177-178.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar — v
  • Daftar Isi — x
  • PINTU PERTAMA: Kerisauan Yang Menancap Di Dadanya — 2
  • PINTU KEDUA: Sebab Aku Menyayangimu — 50
  • PINTU KETIGA: Tawa yang Hilang dan Nyala Api Amarah — 101
  • PINTU KEEMPAT: Pertaruhan Harga Diri —  124
  • PINTU KELIMA: Putaran Yang Tak Terhindarkan — 144
  • PINTU KENAM: Hadirnya Rencana Semesta — 194
  • PINTU KETUJUH: Cara Lain Menikmati Kedukaan — 242
  • PINTU KEDELAPAN: Seorang yang ditunggu — 272
  • PINTU KESEMBILAN: Bom dan Ledakan — 304
  • PINTU KESEPULUH: Wonokromo dan Kehendak sang Mahakuasa — 336
  • PROFIL PENULIS — 362

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *