Hidup Sederhana Berfirkir Mulia PK Ojong merupakan buku yang ditulis Kedung Helen Ishwara. Buku ini termasuk dalam kategori Biografi yang diterbitkan Kompas pada tahun 2014.

Kutipan

Kompas lahir di tengah-tengah sikon politik yang 25 tahun yang lalu dinamakan Sikon Revolusioner. Revolusi belum selesai. Yang harus “diselesaikan” adalah Nekolim (neokolonialisme/imperialisme), Kabir (kapitalis birokrat), dan 7 setan desa.

Setelah dikeluarkan Dekrit Presidenuntuk kembali ke  UUD 1945 tanggal 5 Juli 1959, Republik masuk dalam daur politik yang baru. Tiga kekuatan politik pokok timbul dan berkembang.

Bung Karno sebagai Pemimpin BesarRevolusi dan Kepala Pemerintahan mengonsolidasikan kekuatan dan kekuasaan politik beliau melalui pengembangan sistem Demokrast Terpimpin, Kaderisasi dari kader revolusi, dan indoktrinast Tubapi (Tujuh Bahan Pokok Revolusi).

ABRI memperluas peran polltIknya melalui kekuasdarurat perang yang beriakU al seluruh Nusantara, dan sementara tunduk pada dan mendukung kepemimpinan Bung Karno, terus-menerus berusaha meng-contain kekuatan PKI dengan mengadakan kerja sama (BKS) dengan orpol dan ormas yang non/antikomunis.

PKI sementara nebeng pada wibawa dan kepemimpinan Bung Karno, memperluas kekuatan politiknya melalui intrik-intrik. Di atas/pusat ia mendukung, di tengah/provinsi ia menghasut, di bawah/desa ia menyabot.

Proses lahirnya Kompas adalah seperti proses lahirnya setiap usaha yang kreatif. Pada mulanya ada suatu ide. Ide itu datangnya dari Jenderal (Ahmad) Yani, dan ide itu adalah sebuah usul agar kalangan Katolik mulai dengan satu harian untuk mengimbangi PKI dan kawan-kawannya.. Ide Jenderal Yani tersebut berkembang di kalangan pimpinan Partai Katolik, tetapi dianggap sesuatu yang berat.. — Sumber; Buku Hidup Sederhana Berfirkir Mulia PK Ojong, halaman 213-214.

Daftar Isi

  • Pengantar Penerbit — vii
  • Pengantar — x
  • Sekapur Sirih — xiv
  • BAGIAN PERTAMA – KETELADANAN
    • Teladan kesedernanaan — 3
    • Belajar Hemat dan Berdisiplin — 8
    • Menjadi Anak Yatim — 21
    • Dididik Menjadi Guru.30
    • Kepala Keluarga — 42
    • Wartawan Merangkap Mahasiswa — 54
    • Catherin  — 59
    • Mingguan star Weekly — 84
    • Kutu Buku — 99
    • Pencinta Tumbun-tumbunan — 109
    • Patah Arang dengan Baperki — 115
    • Pembaruan. 132
    • “Star Weekly” Terancam.  154
    • Star Weekly” Dibredel — 163
    • Sebagal Ayah — 175
    • Meneladani Khoe Woen Sioe — 179
    • Intisari Lahir —  204
    • Kompas — 213
    • Bersiap-siap untuk Berdikari — 254
    • Nama Baik Merupakan Modal — 269
    • OJong dan Benda Seni — 284
    • Diversifikasi — 292
    • Ojong Berkemas-kemas — 297
  • BAGIAN KEDUA – KESAN SAHABAT
    • Jakob Oetama – Mengantarkan Kepergian PK. Ojong: Wartawan, Cendekiawan, Wiraswasta, Rekan, Sahabat, Guru — 315
    • Mochtar Lubis – PK. Ojong yang Saya Kenal — 323
    • Mohamad Roem – Berkenalan di Penjara — 330
    • Arief Budiman – In Memoriam: P.K. Ojong — 334
    • Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, S.H. – PK. Ojong Almarhum: Seorang Wartawan dan Organisator Ulung — 342
  • BAGIAN KETIGA – SIFAT PERUSAHAAN KITA
    • Sifat Perusahaan Kita — 349
  • Indeks — 363
  • Biodata PK. 0jong — 373
  • Riwayat Hidup Helen Ishwara — 375

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *