Homo Deus merupakan buku yang ditulis oleh Yuval Noah Harari. Buku ini termasuk dalam kategori Filsafat (Terjemahan) yang diterbitkan Alvabet pada tahun 2015.

Kutipan

Penanda Manusia – Tak ada keraguan bahwa Homo sapiens adalah spesies paling kuat di dunia. Homo sapiens juga suka berpikir bahwa ia memiliki status moral superior, dan bahwa kehidupan manusia jauh lebih bernilai ketimbang kehidupan babi, gajah, atau serigala. Ini yang kurang jelas. Apakah kedigdayaan menjadikannya benar? Apakah kehidupan manusia lebih berharga daripada kehidupan babi hanya karena manusia secara kolektif lebih kuat ketimbang babi secara kolektif? Amerika Serikat jauh lebih digdaya ketimbang Afganistan; apakah hanya dengan itu kehidupan orang Amerika memiliki nilai intrinsik lebih besar ketimbang kehidupan orang Afganistan?

Dalam praktiknya, hidup orang Amerika memang dinilai lebih tinggi. Lebih banyak uang dinvestasikan dalam pendidikan, kesehatan, dan keselamatan rata-rata orang Amerika ketimbang rata-rata orang Atganistan. Membunuh seorang warga negara Amerika bisa menciptakan teriakan internasional yang lebih besar ketimbang membunuh seorang warga negara Afganistan. Namun, secara umum diterima bahwa ini tak lebih dari hasil ketidakadilan dari perimbangan kekuatan politik. Afganistan mungkin jauh kurang berpengaruh ketimbang Amerika Serikat, tetapi kehidupan seorang anak di Pegunungan Tora Bora dinilai sama sakralnya dengan kehidupan seorang anak di Beverly Hills dalam setiap aspek.

Sebaliknya, ketika kita mengistimewakan anak –anak manusia atas anak-anak babi, kita ingin memercayai bahwa ini mencerminkan sesuatu yang lebih dalam dari perimbangan kekuatan ekologis. Kita ingin meyakini bahwa hidup manusia benar-benar lebih superior dalam suatu hal yang fundamental. Kita Sapiens gemar mengatakan kepada diri sendir bahwa kita memiliki suatu kualitas ajaib yang tidak hanya membentukkekuatan besar kita, tetapi juga memberi kita justifikasi moral atas status istimewa kita. Apa, Sih, penanda unik manusia ini?

Monoteis tradisional menjawab bahwa hanya Sapiens yang punya įiwa abadi. Sementara tubuh rusak dan membusuk, jiwa meneruskan perjalanan menuju penyelamatan atau kutukan, dan akan menjalani kebahagiaan abadi di surga atau penderitaan abadi di neraka. Karena babi dan binatang-binatang lain tidak punya jiwa, mereka tidak ambil bagian dalam drama kosmis ini. Mereka hidup selama beberapa tahun, dan kemudian mati dan lenyap dalam ketiadaan. Karena itu, kita harus jauh lebih peduli pada jiwa-jiwa manusia yang abadi ketimbang tentang babi-babi yang hanya sesaat. — Sumber: Buku Homo Deus, halaman 116-117

Daftar Isi

  • Agenda Baru Umat Manusia — 1
  • BAGIAN I – Homo Sapiens Menaklukkan Dunia —  81
  • Antroposen  — 83
  • Penanda Manusia — 116
  • BAGIAN I1 – Homo Sapiens Memberi Makna Bagi Dunia — 177
  • Para Pendongeng  — 179
  • Pasangan Aneh  — 205
  • Perjanjian Modern  — 229
  • Revolusi Humanis  — 254
  • BAGIAN III – Homo Sapiens Kehilangan Kendali  — 321
  • Bom Waktu dalam Laboratorium  — 323
  • Pemisahan Besar  — 352
  • Samudra Kesadaran  — 405
  • Agama Data  — 423
  • Catatan  — 459
  • Daftar Pustaka  — 483
  • Sumber Foto  — 519
  • Ucapan Terima Kasih 523
  • Penulis  — 527

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *