Humor Jurnalistik merupakan buku yang ditulis oleh Mahbub Djunaidi. Buku ini termasuk dalam kategori “Social Sciences” yang diterbitkan Ircisod pada tahun 2018.

Kutipan

Tentag Penulis“—-Namanya Mahbub Djunaidi, lahir di Jakarta pada 22 Juli 1933. la memang bukan tipikal pemikir layaknya Hegel atau Marx, yang pemikirannya mudah dijumpai dalam satu tulisan utuh. Tapi keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran dan membela wong cilik, tak perlu diragukan, sampai-sampai ia dijuluki si burung parkit di kandang macan.

Wartawan-sastrawan, agamawan, organisatoris, kolumnis, politikus, serta sederat predikat baik lainnya disematkan di pundak Mahbub lantaran ia memiliki talenta yang sungguh luar biasa. Kritik-kritik sosial dalam tulisannya begitu tajam, begitu dalam. Tentu dengan ciri khas Mahbub: satire dan humoris. Karena kepiawaiannya dalam menulis, ia disebut pendekar pena, hingga Bung Karno terkesan karenanya. Indonesia patut bersyukur karena dalam sejarah republik ini, pernah hadir tokoh luar biasa dan multi-talenta, yang sampai saat ini nyaris belum dijumpai tokoh sekaliber Mahbub.–Putji Rukirigkin (Purwakarta, Oktober 1985). Sumber: Humor Jurnalistik, halaman 10.

Daftar Isi

  • Kata Pengantar. —5
  • Daftar Isi. — 11
  • Bagian 1 (Moralitas, Hak Asasi)
    • Sejak Kapan Rakyat Kecil Bikin Rumah Harus Pakai Arsitek?. — 19
    • Kesatria — 24
    • Inlander — 30
  • Bagian 2 (Kemanusiaan)
    • Antara Rasialisme dan Dendam Ekonomi. — 35
    • Rasialisme, Asimilasi, dan Lembaga yang Perlu Ditegakkan. — 39
    • Matinya Seorang Direktur. — 15
    • Dulu Kuli, Kini Kuli. — 48
    • Dijual, Patung Negarawan. — 51
    • Keadaan, Oom, Keadaan!. — 54
    • Sindrom Galunggung. — 58
    • Mang Sastra dari Indihiang Sedia Berkorban (Renungan Idul Adha 1402 H.). — 61
    • Mengapa Tidak. — 67
  • Bagian 3 (Tokoh, Kemasyarakatan)
    • Bilamana Habbema Jadi Menteri P dan K. — 73
    • Isnaeni, yang Wartawan dan yang DPR. — 77
    • Untuk Kawanku, Bung Mahbub Djunaidi Oleh: Mh. Isnaeni. — 84
    • Di Suatu Masa, Sebuah Soal. — 88
    • Mundur dan Maju. — 91
    • Sisi Lain Alias Perca-Perca. — 94
    • Banyak Kurang, Sedikit Cukup. — 97
    • Bacaan Paling Menarik di Awal Tahun 1986. — 100
  • Bagian 4 (Peristiwa Sejarah)
    • Perlu Meluruskan Kisah Sejarah yang Bengkang-Bengkok. — 107
    • “Operasi Plastik” Gedung Merdeka. — 116
    • “Itu Mah Pamali, Itu Mah Mustahil,” Kata Ibu Inggit. — 120
    • Perlu Penjelasan Sedikit Dari Kh. Dr. Idham Chalid.   — 127
    • Rahasia Candu Tahun 1948. 1 — 30
    • Siapa Otak Penculikan ke Rengasdengklok?. — 133
    • Banyak Pahlawan Lebih Bagus Daripada Sedikit Pahlawan. — 142
    • Ada Superman Bernama CM Chow. — 150
  • Bagian 5 (Sekitar Lembaga Pemerintahan)
    • Surat kepada Saudara Daryatmo. — 159
    • Jual Anjing, Pepes Ikan, Sit, dan Turunkan Suhu. — 166
    • Kasus Pluit dan Peranan Pihak Bank Pemerintah. — 171
    • “Sungguh Mati, Saya Bukan Sarjana, Baik Asli Maupun Palsu!”. — 174
    • “Kepada Teman-temankoe Seperdjoengan, Kata Letnan Jenderal S.H. Spoor. — 181
    • Di DKI Jaya Ada yang Jual “Ruh”. — 188
    • Dirut PJKA, Orang Paling Beruntung di Dunia. 192
    • “Misteri” Nurtanio yang Belum Terpecahkan. — 196
    • Sebuah Pertanyaan Remeh untuk Dirjen Urusan Haji. — 199
    • Peraturan Eksekutif yang Bisa Bikin Bupati Jadi Senewen. — 202
    • Bacaan sebelum Tidur buat Wali Kota Bandung. — 205
    • Jalan Pintas yang Pernah Dilakukan oleh DPA. — 209
    • DPA dan Peranan Konstitusionalnya. — 214
  • Bagian 6 (Organisasi Massa-Politik)
    • Oposisi dan Pelbagai Variasinya.   — 221
    • Alon-Alon yang Tak Kunjung Kelakon. — 225
    • PNI Hidup Lagi, Sebuah Mission Impossible?. — 229
    • Bermisal-misal tentang Pemerintahan Koalisi. — 232
    • Sesudah Asas Tunggal, Lantas Bagaimana?. — 238
    • Di Langit Ada Bintang. — 243
  • Bagian 7 (Anak-Anak, Remaja, Pemuda, Mahasiswa)
    • Dari Dunia Anak-Anak. — 251
    • Petuah Awal Tahun Seorang Rektor. — 259
    • “Buku Petunjuk” Pendidikan Politik Sejak Dini. — 265
    • Bagaimana Cara Seorang Kepala Sekolah Merusak Sendi Demokrasi. — 213
    • Pikiran Remaja tentang Sosialisme Pancasila dan Kultur. — 277
  • Bagian 8 (Tentang Pembangunan)
    • Strategi Pembangunan Pluralistis-nya DR. Mukti Ali. — 287
    • Baik Dipikirkan: Perlunya “Indikator-Sosial”. — 294
    • Mendudukkan Soal Proyek Mercusuar. — 299
    • Komunikasi Antar bedebah. — 303
    • Berlebaran di Kampung. — 307
    • Berhalo-halo Antardesa Lewat Satelit. — 311
    • Kencing Palembang, Bukan Sembarang Kencing. — 320
    • Lain yang Gatal, Lain Pula yang Digaruk. — 326
  • Bagian 9 (Sedilkit tentang Islam)
    • Masuk Islam Jamaah. — 333
    • Majelis Ulama Indonesia, — 337
  • Bagian 10 (Internasional)
    • Chou dan “Tiga Takhayul Dunia. — 345
    • Tadinya PSB, Sekarang Baru PBB. — 349
    • Nguyen van Thieu, Murid yang Kencing Berlari. — 354
    • Musibah yang Menimpa Presiden Salvador Allende. — 358
    • Politik “Pragmatis” AS di Amerika Latin. — 362
    • Sesudah Menonton Film “Death of Princess. — 366
    • Mari Ditunggu, No People Like Show People. — 369
    • Konferensi Pers Terlama di Dunia. — 376
    • Persatuan Arab, Upaya dan Jalan Teramat Panjang. — 380
    • Kursus Kilat “Semangat Bandung” buat Iraq-Iran. — 391
    • Jepang Seksi Non-Duit. — 398
    • Berakhirnya Persekongkolan Gila. — 401
    • Hampir Lima Tahun Usia “Perang Penasaran”. — 407
    • Pergolakan Afrika, Sesudah Kemerdekaan Politik. — 414
  • Indeks — 421
  • Tentang Penulis. — 432

Sumber; Buku Humor Jurnalistik.

 

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *