Jerussalem merupakan buku yang ditulis oleh Trias Kuncahyono. Buku ini termasuk dalam kategori Refrensi / Catatan Perjalanan yang diterbitkan Kompas pada tahun 2009.

Kutipan

Memasuki Kota Lama seperti memasuki sejarah peradaban umat manusia, Inilah kota yang telah menelan begitu banyak jiwa demi kejayaannya. Andaikata tembok kota mampu berbicara, tentu sangat banyak cerita yang akan dikisahkannya tentang apa yang terjadi di kota itu sejak, misalnya, Daud mengalahkan orang-orang Kanaan pada sekitar tahun 1000 SM Sampai dengan zaman sekarang ini yang penuh sesak pelbagai kepentingan juga kebencian. Kota yang penuh keagungan itu dipenuhi pula kebencian di antara sesama penghuninya. Ada damai di sana, ada pula ketidaktentraman. Ada kebahagiaan di kota itu, ada pula kesedihan. Tawa dan tangis menjadi satu, yang barangkali justru menjadi kekuatan Jerusalem.

Salah satu bukti bahwa di kota itu selalu ada persaingan, kebencian, sekaligus kedamaian di antara penghuninya adalah dibaginya Jerusalem menjacli empat wilayah, yaitu Wilayah Yahudi, Wilayah Kristen, Wilayah Armenia, dan Wilayah Muslim. Pemberian nama wilayah itu didasarkan pada afiliasi etnis sebagian besar orang yang tinggal di wilayah tersebut. Garis yang memisahkan keempat wilayah itu adalah jalan yang membentang mulai dari Pintu Gerbang Damascus hingga Pintu Gerbang Zion – yang membelah kota itu menjadi wilayah timur dan barat-dan jalan yang bermula dari Pintu Gerbang Jaffa ke Pintu Gerbang Singa, yang membagi kota itu menjadi wilayah utara dan selatan. Dua jalan itulah yang membagi wilayah Kota Lama menjadi empat bagian. — Jerussalem.

Empat bagian itu diberi nama sesuai dengan komuitas yang mendiami wilayah tersebut secara eksklusif.— Sumber: Buku Jerussalem, halaman, 189-190.

Daftar Isi

  • Komentar dan Apresiasi — ix
  • Sabda Kedamaian di Jerusalem — xi
  • Jerusalem Secara Jurnalistik — xv
  • Membuka Cakrawala — xxix
  • Bukan Kota Malaikat — xxxix
  • BERMULA DARI CERITA IBU
    • Maaf, Anda Tidak Nyaman — 3
    • Cerita lbu, Lukisan Ayah — 9
    • Empat Puluh Tahun Kemudian — 23
  • JALAN PANJANG KE JERUSALEM
    • Benih-benih Perseteruan — 39
    • Kota-kota yang Bercerita — 45
    • Ramallah, Jericho, dan Bethlehem — 73
  • JERUSALEM BUKALAH PINTUMU
    • Tanah Kanaan — 101
    • Perjalanan Perdamaian — 109
    • Pada Hari Ketujuh — 123
  • BUNGA SEGALA KOTA
    • Kota Impian — 129
    • Kota Perdamaian — 135
    • Tragedi Kota Damai — 145
  • MASUK KOTA LAMA
    • Menara Prabu Daud — 165
    • Delapan Pintu Gerbang — 171
    • Kota yang Terbagi Empat — 189
    • Tempat-tempat Suci — 197
  • KOTA SUCI TIGA AGAMA
    • Kota Pluralistik — 221
    • Warisan Para Leluhur — 233
    • Bunda Semua Gereja — 241
    • Kota Tersuci Ketiga — 247
  • JERUSALEM MILIK SIAPA
    • Dari Resolusi ke Resolusi — 255
    • Dari Oslo ke Camp David — 275
    • Menunggu Bulan Purnama — 285
    • Resolusi Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB — 293
  • Bahan-bahan Pendukung — 303
  • Indeks — 309
  • Biodata Penulis — 315

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *