Kebenaran dan Dusta Dalam Sastra merupakan buku yang ditulis oleh Radhar Panca Dahana. Buku ini termasuk dalam kategori Esai Sastra yang diterbitkan Indonesia Tera pada tahun 2001.

Kutipan

DUSTA DAN KEBENARAN DALAM SASTRA — Apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh (karya) sastra? Barangkali tiada. Jawaban pesimistis seperti ini sudah berakar sejak lama. Sejak Plato, setidaknya, menganggap kegiatan menciptakan karya seni atau sastra melulu sebagai keisengan, klangenan; mimesis yang menjauhkan manusia dari kenyataan. Lalu apa yang mendorong seseorang terus nekat bersastra, berkarya, menikmati, atau mengapresiasinya dengan segala cara?

Beberapa jawaban yang optimistis, juga ada sama tuanya. Sejak Horatius percaya bahwa sastra atau karya seni punya fungsi menggerakkan (movere). Hingga kemudian beberapa pihak lain percaya bahwa sastra memiliki peran tertentu, bahkan sebagai agent of change. Macam Arief Budiman yang menyatakan novel Uncle’s Tom Cabin dan Max Havelaar memainkan peran tertentu dalam pergolakan sosial yang terjadi di Amerika dan Indonesia masa lalu. Atau Hebbel yang percaya bahwa sastra pernah memberi arti yang begitu penting pada progresi sebuah masyarakat, terutama pada masa Romawi, Eropa tengah abad ke-18-19 dan pada masa 50 dan 60-an. Pada ekstrimnya, kaum realisme-sosial bahkan meyakini bahwa sastra adalah alat yang sama pentingnya -bersama politik, ekonomi, atau senjata-dalam menggugah dan menggerakkan masyarakat yang diwakilinya.

Opini bipolar seperti itu memang menjadi polemik yang bahkan hingga kini masih berbunyi keras. Satu kenyataan yang memberi kita pertanyaan pokok entah ia berada di kubu pendapat yang manapun: (nilai) apa yang sebenarnya dibawa oleh sebuah karya sastra sehingga ia berguna atau menjadi nonsens belaka?. — Sumber: Kebenaran dan Dusta Dalam Sastra, halaman 23-24.

Daftar Isi

  • PENGANTAR PENERBIT  — v
  • PENGANTAR PENULIS  — ix
  • DUSTA DI DALAM
    • Sastra Sebagai Kebenaran-Sementara  — 3
    • Kebenaran Sastra, Sastra yang Benar  — 10
    • Dusta dan Kebenaran dalam Sastra  — 23
    • Revolusi Sastra, Sebuah Ide Bahasa  — 27
    • Sastra (Manusia) yang Teralienasi Bahasa  — 35
    • Penyair Sunyi yang Menggeser Diri  — 43
    • Matinya Seorang Penyair  — 51
    • Kenyataan dalam Fiksi  — 59
    • Fiksi dalam Kenyataan  — 63
    • Religiusitas Sebagai Kodrat Sastra  — 67
    • Teologi Sastra Tanpa Manusia  — 72
    • Kesusastraan: Arti Tanpa Legitimasi  — 79
    • Ketika Sajak Menjadi Waktu Menjadi Batu  — 86
    • Puisi: Masalah Sepanjang Masa  — 94
    • Sastra Indonesia, Yatim Piatu yang Selalu Meragu  — 99
    • Sastra dalam Bungkus Prasangka  — 106
  • KEBENARAN DI LUAR
    • Memperhitungkan Kembali Kesenian  — 119
    • Mencari Pedalaman Sastra Indonesia  — 124
    • Sebuah Gejala di Peralihan Budaya — 129
    • 5000: Sebuah Pencarian Awal  — 136
    • Lelaki Tua dan Tegal  — 142
    • uang Kosong dari Kematian Sastra Klasik  — 148
    • Pertempuran Sastra-sastra Indonesia  — 155
    • Krisis dalam Bahasa dan Sastra  — 160
    • Seni yang Asyik Sendiri  — 167
    • Politik Seni dan Seni Politik  — 174
    • Sastra dan Perjuangan  — 178
    • Daya Gerak dalam Sastra — 182
    • Sastra Sabun: Satu Masalah Sosiologis — 190
    • Jassin dan Paus-paus Samudera Lain — 196
    • Meminta Horison Berendah Hati — 201
    • Keseharian dengan Kesabaran Sysyphus  — 207
    • Individu yang Habis Ditelan —  213
  • KEBENARAN DAN DUSTA PADA KITA
    • Mencari Diri dalam Cerpen Indonesia — 219
    • Sejarah Sastra Menuju Pembaca — 234
  • CATATAN KAKI  — 252
  • INDEKS NAMA & ISTILAH — 255
  • TENTANG PENULIS — 260

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *