Kesustraan dan Kekuasaan merupakan buku yang ditulis Goenawan Mohamad. Buku ini termasuk dalam kategori Esai Sastra yang diterbitkan Pustaka Firdaus pada tahun 1993.

Kutipan

Jika revolusı adalah “pengejawantahan budi-nurani kemanusiaan”, seperti dikatakan Presiden Sukarno, bisakah kita menolak menempatkan diri di dalamnya? Di tahun 1948, di Perancis, Albert Camus berkata: Bukan, karena  perjuanganlah kita menjadi seniman, tetapi karena kita seniman, kita menjadi pejuang-pejuang. Dengan kata lain, ada hubungan yang logis dan wajar diantara keduanya. Kita tidak perlu melepaskan kesenian dari diri kita dalam revolusi atau perjuangan itu. Kesenian dan kesusastraan juga suatu “revolusi”: secara langsung atau tak langsung ia memperuangkan kembali untuk hati nurani yang pada suatu masa dikaburkan, atau belum ditemukan, oleh suatu sejarah. Maxim Gorki, Multatuli,  Jose Rizal. Dalam kenyataan, juga sering terlihat, bagaimana benih dan  semangat revolusi terungkap dengan jelas dalam karya-karya sastra.

Tapi tidakkah dengan begitu kesusastraan akan merupakan propaganda revolusi,  suatu alat? Kesusastraan bukanlah pensil atau pistol. Sebab kesusastraan mengandung fungsi komunikasi yang langsung. Ia membutuhkan faktor  kemerdekaan, agar sifatnya tetap otentik. Jika itu memang membutuhkan kesustaan sekaranag dan di sini untuk itu, keretakan anatara kesustraan dan revolusi tidak harus terjadi.

Keretakan antara kesusatraan dan dan revolusi terjadi bisa salah satu menjadi reaksioner, menyimpang  dari cita-cita semula. Dalam sejarah memang terjadi hal itu, ketika kekuatan revolusi berpindah kepada kekuatan kekuasaan. Di situ sebenarnya telah terjadi sektarisme. Di situ sebenarnya telah terjadi penganutan paham,  aliran atau sistim pemikiran penganutan paham, Di situ sebenarnya dogmatis serta tegar, dan telah tmbuh sikap secara yang tak terbuka dalam menghadapi persoalan, dalam mencari kebenaran suatu masalah. Di situ telah terjadi kecenderungan  kuat untuk menolak atau memalsukan kebenaran-kebenaran  yang tidak tercakup oleh pemikiran sendiri. Dengan kata lain: satu proses kebohongan. Jika revolusi telah berpindah kepada kekuatan kekuasaan semata-mata. maka dasar kemanusiaan yang terdapat dalam tujuannya semula pun digilas dan dihancurkan.

Bagi kesusastraan itu merupakan suatu kontradiksi. Tak ada suatu kesusastraan yang berharga tanpa mempunyai dasar semacam kasih. Tentu saja harus dimaklumi, bahwa tindakan-tindakan politik, adanya penggunaan kekuasaan dalam revolusi- yang sering bisa mengganggu tidur nyaman dan hati-nurani kita merupakan sesuatu hal yang tak terelakkan sama sekali. Hanyalah harus dijaga, agar kita tidak kemudian menjadi kebal dan tebal muka akan kejadian-kejadian demikian. Saya kira justru di situlah letak kesusastraan dalam revolusi: di satu pihak ia adalah kritik terhadap kebudayaan yang harus tumbang oleh revolusi di laih pihak ia adalah kritik terhadap ekses-ckses revolusi sendiri. — Sumber; Buku  Kesustraan dan Kekuasaan, halaman 74-75.

Daftar Isi

  • Peristiwa “Manikebu”: Kesusastraan Indonesia dan Politik di Tahun 1960-an  — 11
  • Potret Seorang Penyair Muda sebagai Si Malin Kundang — 55
  • Puisi yang Berpijak di Bumi Sendiri — 67
  • Tentang Kesusastraan Harus Menyuarakan Optimisme — 70
  • “Berilah Aku Satu Kata Puisi”  — 72
  • Revolusi & Kesusastraan — 74
  • Seribu Slogan dan Sebuah Puisi — 76
  • Manakah yang Lebih Indah — 78
  • Pada Mulanya adalah Komunikasi — 80
  • Tentang Tema & Machiavelisme Kesusastraan — 83
  • Kemungkinan-kemungkinan Kesusastraan.86
  • Tentang Kewibawaan Kritik — 88
  • Manifes dan La Trahison des Clercs — 92
  • Suatu Hari dalam Kehidupan Pramudya Ananta Toer — 95
  • Menonton Caligula, atau Utopisme dengan Kepahitan — 101
  • Kemerdekaan Kreativitas: Sebuah Pikiran di Sekitar TamanIsmail Marzuki — 105
  • Kesusastraan, Pasemo — 117

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *