Kiai di Tengah Pusaran Politik merupakan buku yang ditulis oleh Ibnu Hajar. Buku ini termasuk dalam kategori Sosial dan Politik yang diterbitkan Alvabet pada tahun 2009.

Kutipan

Ketaatan masyarakat kepada kiai membentuk gurita bangunan sosial-etik yang unik, di samping memberikan ruang luas kepada kiai untuk bebas menciptakan kultur dan budaya masyarakat. Otoritas itu diakui oleh siapa pun dan menjadi modal penting kiai melakukan mobilitas sosial dan bermacam gerakan strategis pemberdayaan.

Dalam pandangan politis, fakta bentuk ketaatan masyarakat yang demikian itu di sisi lain acap kali dimanfaatkan  guna meraih kepentingan tertentu kiai. Selama karisma dan ketokohan kiai digunakan demi kepentingan masyarakat dan memakai strategi politik yang tepat tampaknya tidak ada masalah.

Sayangnya, kerap kali potensi massa masyarakat itu dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis dan kadang-pragmatis. Semua itu, seolah menjadi fenomena baru kalangan kiai saat ini. Ada semacam politisasi agama demi kekuasaan yang sebenarnya sebagian kecil saja dari bentuk strategi dan gerakan politik kiai. Kekeliruan dalam bentuk terjunnya kiai dalam politik praktis yang terjadi didorong oleh kekeliruan memahami politik di satu sisi, dan kekeliruan memahami fitrah kiai di sisi lain.

Dalam tatanan sosial, kiai tak hanya memiliki peran mengayomi dan menjadi rujukan atas setiap masalah masyarakat yang dihadapi, akan tetapi juga memerankan diri sebagai orang yang membangun budaya. Pada masa-masa awal pendirian pesantren, kiai mengemban misi transformatif, yaitu mengubah struktur dan kultur masyarakat menuju kondisi yang lebih baik. Oleh karena itu, kiai-kiai dahulu biasanya mendirikan pesantren di tempat-tempat rawan atau biasa disebut dengan ‘daerah hitam. Kyai mengemban tanggung jawab syiar bagaimana mampu mengubah tatanan nilai dan kultur yang bobrok menuju yang lebih Islami dan manusiawi. — Sumber: Kiai di Tengah Pusaran Politik, halaman 60-62.

Daftar Isi

  • Pengantar Penulis — 5
  • Daftar Isi — 13
  • Bab 1 – Memotret Kiai, Langgar, dan Pesantren — 17
    • Genealogi Kiai — 20
    • Dimensi Historis Kiai  — 24
    • Kiai, Langgar, dan Pesantren — 33
    • Kiai di Mata Masyarakat — 36
    • Peran Pokok Kiai  — 44
    • Relasi Kiai-Santri dan Makna Ketundukan — 54
  • Bab 2 – Relasi Kiai dan Masyarakat — 59
  • Bab 3 – Kiai dan Cita-cita Politik Kebangsaan Kiai — 71
    • Gerakan Politik Kebangsa71an Kiai — 71
    • Kiai dan Politik-Kekuasaan — 77
  • Bab 4 – Pergeseran Paradigma Kiai: dari Politik Idealis Menuju Politik Pragmatis — 83
    • Posisi Kultural Kiai dan Demokrasi — 83
    • Reformasi: Awal Kiai Berpolitik — 88
    • Politik dan Hancurnya Nilai-nilai Kultural Kiai — 102
    • Mengubur Netralitas — 120
    • Dekat dengan Politisasi Agama — 125
    • Kuasa, Menuai Petaka — 130
    • Demonstrasi untuk Kiai: Karisma yang Tergadai — 133
  • Bab 5 – Kiai Harus Kembali Ke Basis — 141
  • Daftar Pustaka — 157
  • Biodata Penulis — 161

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *