Menggali Sumur dengan Ujung Jarum merupakan tulisan dari 6 penulis dunia yang terjemahkan ulang oleh Tia Setiadi. Buku ini termasuk dalam kategori Kumpulan Cerpen (Terjemahan) yang diterbitkan Diva Press pada tahun 2015.

___

Sesaat melihat buku “Menggali Sumur dengan Ujung Jarum; Segenggam Kisah dan Ceramah Para Maestro Sastra Dunia” enggan sekali rasanya saya membuka apalagi sampai membaca buku ini. Cover yang sangat tidak menarik perhatian.

Tapi anggapan itu berubah saat saya membuka daftar isinya. Kaget, itu yang pertama kali saya rasakan. Ada beberapa nama besar, Sastrawan Dunia dan Peraih Nobel tak terkecuali Penulis Arab (Orhan Pamuk dan Naguib Mahfouz).

Sastra global yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, bisa dibilang barang langka. Yang banyak adalah tema esai atau filsafat. Buku ini mungkin mewakili yang lagka tersebut. Secara umum isi dari buku terbitan Diva Press ini trbagi dalam tiga bagian: Cerpen, Esai dan Pidato.

Bagian pertama-cerpen: ada dua cerpen karya Gabriel Garcia Marquez dengan judul “Eva di Dalam Tubuh Kucingnya” dan “Sepasang Mata Anjing Biru”, Willam Saroyan Saroyan “Suatu Hari yang Dingin”, disusul dua penulis kelahirn Turkie, Orhan Pamuk dengan judul “Kerabat Jauh Seorang Pemuda Membeli Sebuah Dompet Untuk Tunangannya. Tapi ada satu cerpen yang sangat saya sukai yaitu karya Jorge Luis Borges “Pencarian Avveroes”, atau yang seutan lain Ibnu Rusyd (Avveroes).

Dua dan tiga bagian selanjutnya ada, Esai dari Jorge Luis Borges dan Pidato Nobel dari Orhan Pamouk, Naguib Mahfouz dan Semaus Heaney. Berikut akan saya kutipkan sedikit esai dari Hubermas.

“Satu warna yang oleh orang buta-atau sekurangnya lelaki buta ini-tak teriihat adalah hitam; sedangkan yang lainnya merah. Le rouge et le noir adalah warna-warna yang menolak kami. Saya, yang terbiasa tidur dalam kegelapan mutlak, selama waktu yang lama terganggu dikarenakan mesti tidur di dalam dunia kabut ini, di dunia kabut kehijauan dan kebiru-biruan ini, yang berkilauan dengan kabur, yang merupakan dunia orang buta. Saya ingin terbaring di kegelapan. Dunia orang buta bukanlah malam seperti yang dibayangkan orang. Saya mesti mengatakan bahwa saya sedang berbicara untuk diri saya sendiri, dan untuk ayah saya dan nenek saya, yang keduanya meninggal dalam keadaan buta-buta, tertawa, dan berani, seperti juga kematian yang saya inginkan. Mereka mewariskan banyak hal- kebutaan, sebagai misal-meskipun seseorang tak mewariskan keberanian. Tapi saya tahu bahwa mereka orang-orang pemberani”. (hlm 93).

Daftar Isi

  • Daftar Isi — 5
  • Eva di Dalam Tubuh Kucingnya (Cerpen karya Gabriel Garcia Márquez) — 7
  • Sepasang Mata Anjing Biru (Cerpen karya Gabriel Garcia Marquez) — 26
  • Pencarian Averroes (Cerpen karya Jorge Luis Borges). — 39
  • Kerabat Jauh Seorang Pemuda Membeli Sebuah Dompet untuk Tunangannya (Cerpen oleh Orhan Pamuk). — 54
  • Suatu Hari yang Dingin (Cerpen oleh William Saroyan) — 80
  • Kebutaan (Esai karya jorge Luis Borges). — 92
  • Kredo Seorang Penyair (Esai oleh Jorge Luis Borges) — 115
  • Koper Ayah Saya (Pidato Nobel Orhan Pamuk) — 143
  • Anak Dua Peradaban (Pidato Nobel Naguib Mahfouz) — 170
  • Menghargai Puisi (Pidato Nobel Seamus Heaney) — 180
  • Tentang Penulis — 207

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Redaksi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Pengangguran suka nongkrong di warung kopi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *