Mereguk Mata Air Kebijaksanaan Gus Mus merupakan buku yang ditulis oleh Imam Muhtar. Buku ini termasuk dalam kategori Agama dan Spiritual yang diterbitkan Noktah pada tahun 2019.

_____________

“Apakah tidak cukup dengan membuktikan kehebatan diri dan memuji diri sendiri? Mengapa harus juga merendahkan orang lain? — K.H. A. Mustofa Bisri (hlm 75).

Tidak perlu menjelaskan tentang beliau siapa. Toh, beliau mungkin tidak akan perduli. Suri tauladan serta kebajikan tidak hanya muncul dari sikap dan ucapannya saja, bahkan dalam beberapa tulisannya, kita akan menemukan butiran-butiran kearifan.

Dalam buku ini (Mereguk Mata Air Kebijaksanaan Gus Mus), kita akan menemukan beberapa sikap yang sulit ditemukan di zaman sekarang, saat sebuah perkara yang seharusnya tidak elok dianggap lumrah. Seperti halnya soal “menilai orang”-salah. Bagaimana bisa kita lalai untuk bersikap bijak, bahkan berfikir dengan berhati-hati saja enggan.

“Rupanya, sepengamatan saya, “kesenangan manusia-manusia modern adalah merendahkan, menghina, membully, bahkan melaknat orang lain, terutama bagi orang yang dianggap sudra dan sedang berbeda pendapat atau pilihan. Tak jarang, kesenangan yang menjjikkan itu meluncur deras dari orang-orang yang katanya berpendidikan. Tak jarang pula, orang yang mengerti agama pun turut berpartisipasi.”

Saya sering bertanya-tanya: Apa yang dicari dengan merendahkan orang lain? Kepuasankah? Kebahagiaankah? Kedamaiankah? Kenyamanankah? Atau, popularitas? Apakah mereka lupa atau pura-pura lupa bahwa Nabi Muhammad Saw. yang mereka ikrarkan sebagai junjungan, panutan, dan teladan tak pernah mencontohkan apalagi mengajarkan yang demikian?

Sejauh yang saya ketahui tentang pemimpin agung umat Islam, Rasulullah Saw. adalah manusia yang lebih memilih mendoakan kebaikan daripada melaknat dengan umpatan. Rasulullah Saw. juga lebih suka berendah hati daripada pamer kehebatan. Rasulullah Saw. pernah menegur istrinya, Sayyidah Aisyah Ra., ketika ia berlebihan dalam menyikapi orang kafir yang mengumpatnya. Beliau, Rasulullah Saw., mengatakan, “Aku hanyalah anak yatim ketika para nabi memamerkan gelarnya”. (hlm 76).

Kutipan diatas hanya sebagian dari nasihat beliau, yang sudah cukup menampar kita sebagai orang yang beragama.
_____________

Buku ini memang tidak ditulis oleh Gus Mus secara langsung. Isi dari buku ini merupakan kutipan langsung dan sebuah gambaran atas kebijksaan beliau. Berisi hikmah dan nasihat-nasihat atas apa yang pernah dan sedang terjadi di kehidupan.

Daftar Isi

  • Kalimat Taqdim — 5
  • Meneguk 31 Mata Air Gus Mus — 11
  • Daftar Isi — 15
  • Jangan Tertipu oleh Dunia — 17
  • Belajar Tawadhu’ — 29
  • Rumus Meraih Kemuliaan — 41
  • Sang Pemaaf — 49
  • Menjadi Pelayanmu. 57
  • Sehat dan Sakit Adalah Nasihat  — 65
  • Jangan Suka Merendahkan — 75
  • Mana Kawan Sejatimu? —  83
  • Please, Deh, Jangan Lebay — 89
  • Kita Penguasa, Bukan Budak! — 97
  • Doa, Usaha, dan Tawakkal — 103
  • Tunjukkan Keindahan Katamu!. 113
  • Memuliakan Sesama — 121
  • Menghadirkan Nabi Muhammad Saw — 127
  • Apa yang Harus Aku Kufuri? — 133
  • Perbedaan Bukan Jalan Pertikaian — 143
  • Ada Rasulullah Saw., Kok Malah Cari yang Lain? — 151
  • Sakmadya — 157
  • Prioritaskan Dirimu! — 165
  • Obat Kagetan — 169
  • Selaraskan Ucapan dan Perbuatan — 175
  • Benarmu Bisa Jadi Hanya Suara Egomu — 185
  • Hati Bersih Memantulkan Kasih  — 197
  • Belajar Wajib, Sekolah (Mungkin) Sunnah — 207
  • Jangan Suka Menunda — 217
  • Sikapmu Menunjukkan Siapa Dirimu — 227
  • Bekal Perjalanan — 231
  • Semua Karena Rahmat Allah — 237
  • Gabuk dan Berisi — 247
  • Bahasa Suami-lstri Bahasa Hati — 253
  • Kekurangan dan Kelebihan — 261
  • Daftar Pustaka — 267
  • Tentang penulis — 268

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Redaksi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Pengangguran suka nongkrong di warung kopi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *