Mistik Kejawen merupakan buku yang ditulis oleh Dr. Suwardi Endraswara, M. Hum. Buku ini termasuk dalam kategori Agama dan Spiritual yang diterbitkan Narasi pada tahun 2014.

Kutipan

Sangkan Paraning Dumadi — Mistik kejawen tak lain juga merupakan representasi upaya berpikir filosofis manusia Jawa. Karena itu, melalui mistik kejawen dapat diketahui bagaimana manusia Jawa berpikir tentang hidup, manusia, dunia, dan Tuhan. Dalam pemikiran ke arah makrokosmos dan mikrokosmos ini, ternyata menurut pandangan Zoetmulder (1940) amat berbeda antara taraf berpikir filosofis manusia Jawa dengan pola pikir filosofis masyarakat barat. Maksudnya, jika di barat berfilsafat dikaitkan dengan mempelajari ilmu itu sendiri, di Jawa (timur) filsafat hidup merupakan langkah untuk mencari kesempurnaan. Filsafat Jawa menekankan laku untuk mencapai tujuan hidup yang sempurna.

Sayangnya cara berpikir filosofis manusia Jawa tersebut belum dihimpun menjadi suatu sistem oleh para filsuf. Biasanya rentangan pola pikir itu masih tercecer dalam berbagai karya sastra dan budaya Jawa, termasuk ke dalam ritual mistik kejawen. Oleh karena, manusia Jawa memiliki timbunan sistem filosofis berupa endapan pengalaman para pujangga dan leluhur. Pengetahuan yang berupa pengalaman spiritual itu merupakan langkah untuk mencari arti kehidupan manusia, asal-usul tujuan akhir, dan hubungan manusia dengan T uhan. Pengetahuan semacam ini sering dinamakan falsafah hidup Jawa. Yakni suatu sikap hidup yang bertujuan untuk mencari kesempurnaan hidup melalui pangawikan (ngelmu) Sangkan paraning dumadi dan manunggaling kawula-Gusti,

Pakubuwana V, memberikan pesan yang berbau mistik dalam Serat Centhini V:279 yang isinya, “Aywa lunga yen tan wruha, ingkang pinaranan 1ng purug, lawan sira aywa nadhah, yen tan wruha rasanupun, ywa nganggo-anggo siraku, yen tan wruh ranning busana, weruha atakon tuhu, bisane tetiron nyata.” Kutipan ini memberikan wawasan batin kepada mistikawan agar berhati-hati dalam menjalankan hakikat hidup. Kita diharapkan mengetahui betul dari dan akan ke mana hidup kita. Pertanyaan inilah yang melandasi laku mistik kejawen untuk selalu memahami ngelmu sangkan paraning dumadi. — Sumber: Buku Mistik Kejawen, halaman 43-44.

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Redaksi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *