Novel Hadji Murat Karya Leo Tolstoy – Mengenal Leo Tolstoy berarti mengenal sastra atau novel realis, sastra yang memotret kehidupan masyarakat dengan apa adanya. Penulis asal Rusia itu merupakan penulis besar dunia. Puluhan novel telah dia terbitkan. Beberapa novelnya telah diadaptasi menjadi film, misalnya Anna Karenina.

Dalam novel Hadji Murat, cerita diawali dengan sosok Hadji Murat yang lari dari kejaran Shamil, pemimpin kala itu. Dulu, Hadji Murat dengan Shamil adalah sahabat dekat. Namun Shamil takut jika posisinya akan digantikan oleh Hadji Murat.

Di tengah cerita akhirnya Hadji Murat meminta tolong kekaisaran Tsar, dengan cara menyerahkan diri kepada Vorontsov. Di cerita Hadji Murat disambut dengan hangat oleh Vorontsov. Posisi Hajdi Murat pada saat itu masih disegani oleh beberapa pemberontak Shamil. Sehingga menurut Vorontsov tidak baik memusuhi Hadji Murat toh musuhnya sama yaitu Shamil.

Cerita berubah ke kubu Kaisar Tsar Rusia, sudut pandang bukan lagi dari Hadji Murat akan tetapi Kubu Rusia. Di dalam cerita kalian akan mengetahui bagaimana kekaisar Tsar berkerja tahun 1845-an. Wajib diketahui juga bahwa Hadji Murat merupakan muslim yang taat, pernah suatu ketika bercerita dengan penerjemah bahasa dari pihak kekaisaran Tsar, minta untuk salat zuhur dulu. Hadji Murat senang pemberian jam saku oleh Vorontsv sehingga beliau bisa salat tepat waktu tanpa melihat matahari atau bulan terlebih dahulu.

Kekhawatiran dari golongan Rusia ialah karena Hadji Murat merupakan Muslim yang taat. Shamil menggunakan idiom perang suci sebagai alasan untuk menyerang Kaisar Tsar. Kondisi Hadji Murat juga berada di tengah-tengah. Di satu sisi, ia mau menyerang Shamil. Namun, di sisi lain, Shamil menyandra anak, istri, dan Ibunya.

Cerita Hadji Murat ini sangat menarik, banyak Sub cerita yang bisa menceritakan kondisi masyarakat Rusia pada waktu itu. Leo Tolstoy begitu detil menggambarkan setiap pakaian, bagaimana kondisi ruangan pertemuan, cahaya masuk darimana, sosok wajah, bahkan hingga ujung kaki pun dijelaskan semua.

Beberapa istilah pakaian Rusia lama juga muncul dalam Novel Hadji Murat Karya Leo Tolstoy, butuh Google untuk membantu menemukan bentuk sosok setiap tokoh. Walaupun diujung cerita selalu pilu sebagai seorang ditengah-tengah konflik tanpa kepastian, tapi memang buku ini layak dibaca sebagai rasa bersyukur karena kita hidup di era demokrasi.

Nama saya Firin, tertarik dengan penulis sastra. Pandangan saya tentang kehidupan ialah kebutuhan primer lebih penting daripada kebutuhan sekunder. Pernah kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *