NU Vis A Vis Negara merupakan buku yang ditulis Andree Feillard. Buku ini termasuk dalam kategori Esai yang diterbitkan Basabasi pada tahun 2017.

Kutipan

Pesantren, pusat pendidikan dan dakwah, memainkan peran penting dalam penyebaran agama Isam di pedalaman pulau Jawa. Ada kemunginan beberapa pesantren mengambil alih pusat-pusat keagamaan pra-Islam.” Pada paro kedua abad XIX jumlah pesantren bertambah banyak. Meningkatnya arus perdagangatn membuat daerah-daerah yang terisolasi di pelosok semakin banyak berhubungan dengan dunia luar: mereka benar-benar sudah menjadi dunia kecil tersendiri yang semakin dipengaruhi oleh 1imur Tengah. Sumber; Buku NU Vis A Vis Negara, halaman 3-4.

Dafar Isi

  • Catatan Penerjemah — vii
  • Kata Pengantar — xii
  • Daftar Isi — xvii
  • Daftar Ilustrasi — xix
  • Pendahuluan: BALI DAN METODE SEJARAH — 3
  • BAB 1 DEFINISI POLITIK: SUMBER-SUMBER ATURAN — 18
    • Mitos tentang Pusat sebagai Teladan — 18
    • Geografi dan Keseimbangan Kekuasaan — 34
  • BAB 2 ANATOMI POLITIK: PENGORGANISASIAN INTERNAL KELAS PENGUASA — 45
    • Keturunan Raja dan Penyusutan Status — 45
    • Kemitraan — 59
    • Aliansi-aliansi  — 69
  • BAB 3 ANATOMI POLITIK: DESA DAN NEGARA — 81
    • Pengorganisasian Politik di Pedesaan — 81
    • Sistem Perbekel — 97
    • Politik Irigasi  — 121
    • Bentuk-bentuk Perdagangan —  147
  • Bagian II Nahdhatul Ulama Awal Orde Baru dari Aliansi Hingga Perpecahan (1965-1973)
  • Bab III  Perpecahan Menghadapi Peristiwa 1965  — 65
    • Aksi Anti-Komunis — 65
    • Reaksi-reaksi Politik NU: Kebimbangan — 71
    • Perpecahan — 77
    • Kesetiaan terhadap Soekarno — 79
  • Bab IV Lahirnya Orde Baru — 87
    • Peran Politik Nahdhatul Ulama — 88
    • Oposisi terhadap Orde Baru ce 96 Pertikaian setelah 1968 —  101
  • BAB V Pencarian Dasar-dasar Islam ca 109
    • Piagam Jakarta dan Kemenangan-kemenangan Pertama Islam Politik — 110
    • Semakin Sengitnya Perdebatan — 115
    • Berhentinya Perdebatan mengenai Piagam Jakarta 1968 — 120
    • Nahdhatul Ulama dan Agama Nasrani — 127
    • Beberapa Kebijakan Pemerintah — 132
  • Bab VI Kerenggangan antara NU dan ABRI (1968-1971) — 137
    • Bila ABRI Merayu Islam — 139
    • Munculnya Persaingan  — 141
    • Akibat-akibat Persaingan Sengit  — 145
    • Kemenangan Golongan Konservatif  — 147
    • Manuver-manunver menghadapi Subchan  — 147
    • Alasan-aiasanFengucilan Subchan  — 149
    • Reaksi-reaksi setelah Kepergian Subchan  — 152
    • Penggabungan Partai-partai Politik: PPP  — 154
    • Beberapa Sudut Pandang yang Berbeda terhadap Periode ini  — 159
  • Bagian III Hijrah Nahdhatul Ulama Akibat Lesu Politik Berkepanjangan (1973-1987)
  • Bab VII Upaya Mendominasi PPP —  169
    • Dampak Reorganisasi Politik — 169
    • Rancangan Undang-Undang Perkawinan — 172
    • Radikalisasi Nahdhatul Ulama — 179
    • Reorganisasi PPP — 185
  • Bab VIII Keluar dari PPP Sumber-sumber Reorientasi Politik —  189
    • Sumber-Sumber Reorientasi Politik — 189
    • Memuncaknya Radikalisme — 194
    • Pembersihan PPP —  201
    • Wajah Baru NU  — 206
  • Bab IX Rencana Penyeragaman Ideologi  — 211
    • Negoisasi dengan Pihak Pemerintah  — 216
    • Kembali ke Pancasila  — 219
    • Legitimasi Bentuk Negara non Islam  — 222
    • Imbauan untuk Bersikap Moderat  — 225
    • Mempertahankan Identitas Islam  — 230
    • Ketegangan yang Menyelirmutí “Asas Tunggal”  — 233
  • Bab X Pengunduran Diri dari Politik Praktis  — 237
    • Pengunduran Diri dari Kancah Politik atau dari PPP? — 237
    • Dampak Langsung Reorientasi (1984-1987) — 241
    • Khittah 1926 Dipertanyakan  — 245
  • Bagian IV Nahdhatul Ulama: Peran dalam Kehidupan Keagamaan di Indonesia (1987-1995)
  • Bab XI Rekonsolidasi Organisasi NU —  259
    • Hasil Reorganisasi  — 262
    • Sumber-sumber Keuangan —  268
    • Bab XII Dampak Perbaikan Hubungan dengan Pemerintah terhadap Pendidikan  — 277
    • Peningkatan Pengaruh Pemerintah —  282
    • Pertemuan Kepentingan  — 285
    • Penganekaragaman Pendidikan  — 285
    • Integrasi Pesantren —  289
  • Bab XIII Dampak Perbaikan Hubungan dengan Pemerintah terhadap Dakwah  —  293
    • Kebebasan Relatif dan Perlindungan Pemerintah  — 294
    • Semakin Meluasnya Audiensi  — 297
    • Bantuan Materiil bagi Dakwah  — 301
    • Isi Ceramah Para Dai  — 303
  • Bab XIV Kehidupan Keagamaan Masa Kini  — 307
    • Muhammadiyah  — 307
    • Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDI) — 311
    • Kelompok-kelompok Lain  — 315
    • Islamisasi  — 318
  • Bab XV Komposisi Sosiologis Baru NU  — 323
    • Profil Sosial Murid Pesantren  — 324
    • Otoritas Para Ulama oa 325
    • Para Aktivis  — 329
  • Bab XVI Perkembangan Pemikiran Kaum Tradisionalisce 333
    • Penyesuaian terhadap Modernitas  — 334
    • Reaktualisasi Hukum Islam  — 338
    • Pembaruan di Cilacap  — 340
    • Reaktualisasi Setelah 1987  — 344
    • Peran Islam dalam Negara  — 347
  • Bab XVII Nahdhatul Ulama dalam Politik Islamisasi  — 353
    • Kompilasi Hukum Islam  — 356
    • Undang-Undang Peradilan Agama  — 358
    • Undang-Undang Pendidikan  — 361
    • Perkawinan Antaragama  — 363
    • Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICM) — 367
    • Abdurrahman Wahid  — 373
  • Kesimpulan  — 377
    • Jalan Tengah  — 378
    • Islam dan Nasionalisme  — 380
    • Islamisasi “Lewat Bawah”  — 383
    • Pembaruan  — 386
    • Masa Depan ca 389
  • Epilog —  391
  • Apendiks —  411
  • Daftar Kata  — 421
  • Daftar Pustaka  — 437
  • Indeks  — 437

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *