Olenka karya Budi Darma ini termasuk salah satu novel tua pertengahan, cetakan pertama saja tahun 1983. Pertama kali membaca saya suka diksi seperti sampean, sundal, gendaan, gendeng. Diksi ini membuat cerita lebih hidup, walaupun isi cerita madesu atau masa depan suram.

Tokoh utama dalam cerita bernama Fanton Drummond, tapi nama yang sering muncul ialah Olenka. Jika tidak sedikit jeli mungkin tokoh utama bisa dinisbikan kepada Olenka walaupun sudut pandang utama dari Fanton Drummond.

Novel ini bisa dikatakan menyebalkan tapi rapi. Rapi dalam arti perpindahan subbab cerita. Ini bisa dilihat dari judul subbabnya, entah itu karena buku yang saya bawa adalah cetakan ke tujuh tahun 2000 atau bagaimana. Sehingga banyak edit sana-sini untuk subbab. Di akhir novel juga ada catatan untuk fotenote dan catatan dari penulis, mungkin karena cetakan ke tujuh.

Setelah membaca novel dari Bapak Budi Darma ini saya melihat sisi lain manusia dalam mengarungi kehidupan.

Karakter utama Drummond seperti bola biliard yang disodok oleh Olenka, sehingga semua perbuatan dan kegiatan dalam cerita titik temunya kepada Olenka. Dua karakter ini sudah menjadi satu, menjadi satu bukan karena diksi romantis akan tetapi karena diksi sinis.

Tapi yang patut diakui jempol dari novel ini ialah isi cerita dan setting certita yang disesuaikan dengan kehidupan nyata, bahkan beberapa berita di dalam cerita memang terjadi di dunia nyata dan disesuaikan waktu kejadiannya sehingga terstruktur walaupun hati sudah hancur untuk menjadi seorang Drummond.

Kekuatan sinis semakin menguat tatkala Drummond mencari-cari Olenka di mana ia pergi dengan cerita akhir bahwa Drummond merasa jijik untuk bertemu Olenka dan ingin muntah. Padahal sebelumnya Drummond sudah pindah-pindah negara hanya untuk mencari jejak Olenka, seperti anjing pelacak.

Selama pencarian Olenka, Drummond bertemu dengan Mary Carson disingkat MC dalam cerita. Pertemuan dengan MC menjadi pertemuan untuk melupakan Olenka. Niatnya seperti itu. Dilakukanlah pinangan yang sinis. Mengetahui itu, MC menolak secara halus karena dari raut wajah Drummond seperti hanya pelairan dari siapa?

Bahkan pinangan kedua yang dilakukan oleh Drummond juga ditolak, berujung pada penyebaran benih ke MC pada malam hari. Itupun juga gagal karena merasa harga diri Drummond di injak-injak oleh MC. Dari semua isi cerita dalam Olenka Karya Budi Darma cukup satu kata untuk Drummond yaitu “Naas.”

Nama saya Firin, tertarik dengan penulis sastra. Pandangan saya tentang kehidupan ialah kebutuhan primer lebih penting daripada kebutuhan sekunder. Pernah kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *