Sastra yang Melintasi Batas dan Identitas merupakan buku yang ditulis Yusri Fajar. Buku ini termasuk dalam kategori Esai Sastra yang diterbitkan Basabasi pada tahun 2017.

Kutipan

Puisi untulk Apa? — Bagi politisi sekelas John F. Kennedy, puisi dianggap memiliki kekuatan untuk mencerahkan dunia politik. Jika politik bengkok, puisi akan meluruskan”, begitulah keyakinan Kennedy atas puisi. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan dari keindahan dan kejujuran ekspresi dalam puisi. Pernyataan mantan presiden Amerika tentu masih perlu diuji. Sejauh mana sebenarnya puisi bisa memengaruhi konstelasi politik sangat dipengaruhi juga oleh sejauh mana dunia politik bisa menyerap dan mempraktikkan nilai-nilai yang terkandung dalam puisi.

Bagi Nanang Suryadi, puisi bisa menjadi obat mujarab untuk meredakan dan menyembuhkan sakit psikologis. Lebih dari itu puisi juga bisa dijadikan obat untuk meredakan penyakit sosial karena dalami puisi mengandung pesan dan nilai moral. Dengan puisi dia meredam kesakitan. Hingga tetap bertahan, /dalam kesepian./ (Suryadi, 2013: 43). Puisi dengan demikian bisa melahirkan kenikmatan (enjoyment) dan hiburan (entertainment) bagi jiwa sehingga tak terus terpuruk dalam kejumudan, dendam dan berbagai penyakit ruhani serta sosial. Karena puisi, bagi Nanang Suryadi, memiliki nilai-nilai pendidikan (teachingvalues) yang mampu membentuk identitas dan karakter penulis dan pembaca puisi. — Sumber; Buku Sastra yang Melintasi Batas dan Identitas, halaman 149.

Daftar Isi

  • Menelusuri Jagat Sastra, Melintasi Batas dan Identitas Bangsa — 3
  • Daftar Isi — 11
  • Narasi Eksil dan Diaspora Indonesia di Eropa dalam Kumcer Lelaki Pencari Langit Karya SoeprijadiTomodihardjo — 13
  • Tradisi dan Sejarah Negeri Ginseng dalam “Meditasi Kimchi” Karya Tengsoe Tjahjono — 31
  • Negosiasi Identitas Pribumi dan Belanda dalam Sastra Poskolonial Indonesia Kontemporer —  45
  • Kuasa Orientalis Belanda Atas Naskah-Naskah Kuno Indonesia dalam Cerpen “Di Jantung Batavia” Karya Indah Darmastuti  — 69
  • Sastra(wan) dan Representasi Masyarakat Multikultural — 91
  • Generasi Pesisir dalam Kumcer Mahwi Air Tawar “Karapan Laut — 106
  • Pengarang dan Bayang-Bayang Kenangan dalam Kumcer “Reruntuhan Musim Dingin” karya Sungging Raga Dan “Tuhan Tidak Makan Ikan” karya Gunawan Tri Atmodjo — 117
  • Sastra dan Kuliner — 133
  • Konstruksi ldentitas Penyair dan Puisi — 139
  • Estetisisme, Repetisi dan Dongeng Binatang  — 153
  • Kota, Identitas, dan Cinta dalam Antologi Puisi “Sulfatara” — 167
  • Perlawanan Terhadap Penjajahan dalam Puisi-Puisi Indonesia dan Korea — 183
  • Nilai Kearifan Lingkungan dan Eksploitasi Alam dalam Puisi-Puisi Kontemporer Indonesia — 207
  • Daftar Pustaka — 227
  • Informasi Publikasi — 239
  • Biodata Penulis — 245
  • Indeks — 243

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *