Semesta Sabda merupakan buku yang ditulis Fauz Noor. Buku ini termasuk dalam kategori Filsafat Islam yang diterbitkan LKis pada tahun 2012.

Kutipan

Sungguh ya Allah, aku ingin bidap sesenang hati, ingin dapat meraih istiqamah dalam menyucikan diri sendiri, ingin sekali ya Allah, dan sungguh ketika mati nanti aku tak ingin meninggalkan utang budi.

*

Tuhan lebih tahu kita ketimbang kita pada diri kita sendiri, “Anā aqrabu min babli al-warid“. Aku lebih dekat ketimbang urat lcher. Dulu kita telah menakwil ayat ini, maksud Tuhan “Lebih dekat dengan urat leher” adalah Tuhan lebih dekat kepada hidup kita ketimbang kita kepada hidup kita sendiri. Coba bayangkan, kita merasa yang paling dekat dengan diri kita adalah diri kita sendiri. Padahal, Tuhan telah memproklamirkan “Aku lebih dekat . Habli al-warid (urat leher) pada ayat ini sebagai satu simbol “hidup” karena tanpa urat leher (terputusnya urat leher) kita hanya daging dan darah. Lalu, di surat dulu kita berkata ayat ini bermakna ak ada yang gagal dalam takdir Tuhan karena Tuhan lebih tahu kita ketimbang diri kita sendiri. Nah, maksud “tak ada yang gagal dalam takdir Tuhan” itu ada dua. Pertama, apa-apa yang telah Tuhan berikan adalah karunia-Nya, tak ada yang percuma pada apa yang telah terjadi. Ini baru akan kita mengerti kalau kita coba merenungkan diri kita sendiri untuk kemudian mengambil hikmah danindahnya sebagai bekal untuk hari nanti baik”. Kedua, supaya “lebih secara bahasa takdir artinya ukuran. Nah, tak gagal Tuhan  memberikan ukuran kepada manusia dengan dan dalam “kehendak bebas” manusia. Jadi, takdir atau ukuran manusia adalah “kehendak bebas” Tanpa kehendak bebas, pensiun kita menjadi manusia. — Sumber; Buku Semesta Sabda, halaman 180.

Daftar Isi

  • Persembahan — v
  • Pengantar Redaksi — ix
  • Pengantar KH. Ii Abdul Basith Wahab — xii
  • Pilahir Anu Sineulir — xix
  • Entah Apa, Entah Kenapa — xxxii
  • Glosari — xxxvii
  • Daftar Isi — xxxix
  • Bingkai  — 3
  • Terbuka untuk Luka  — 15
  • Bahasa Langit, Bahasa Bumi  — 39
  • Kita Sering Tak Percaya bahwa Kita Bisa Secinta Manusia  — 155
  • Cahaya Tak Pernah Dua, Dia Esa  — 201
  • Mendorong Batas  — 297
  • Membatasi Batas  — 281
  • Sayap Jiwa  — 455
  • Manusia yang Berselimut Nyata  — 515
  • Ziarah ke Sejarah  — 599
  • Dari Tanya, Kembali ke Tanya  — 627
  • Biodata Penulis  — 656

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *