Sengkuni Adalah Prototype Kita Semua – Susah untuk menentukan karya epos seperti Mahabarata, apakah termasuk saduran atau asli. Seperti tulisan dari Suwito Sarjono ini, tidak jauh-jauh dari judulnya isinya pun sama. Menceritakan biografi Sengkuni dari awal lahir sampai meninggalnya dengan pakem Mahabarata versi Jawa – ada punakawannya. Kelebihan karya sastra ini salah satunya: jika yang lain kebanyakan menggunakan sudut pandang koheren atau menyeluruh, maka dalam karya ini menggunakan sudut pandang dari Kurawa.

Dalam karya yang diterbitkan oleh Diva Press pada tahun 2013 ini, kalian bisa menemukan bagaimana cerdasnya Sengkuni dan gobloknya Kurawa. Sengkuni menganggap Kurawa seperti anak sendiri. Bagaimana kerja telik sandi Sengkuni bekerja, dan beberapa percakapan kurawa dengan Sengkuni yang intens dan jarang terjadi cerita umumnya. Sedikit dialog tentang Pandawa kecuali pada akhir cerita ketika menjelang kematian Sengkuni.

Walau memang di mana-mana akhir cerita Mahabarata bisa ditebak semua, akan tetapi permainan moralnya masih menyegarkan hingga sekarang. Permainan moral ini nampaknya masih relevan hingga sekarang atau kedepannya. Siapa yang tuntas membahas kebenaran, kebaikan, kejahatan, dan keadilan?

Sedikit bumbu diksi dan konflik horisontal yang relevan sudah menjadi karya sastra yang segar lagi walaupun dengan epos cerita sudah lebih 1000 tahun. Sosok yang di utamakan dalam cerita ini ialah Sengkuni. Sengkuni muda digambarkan sangat pintar, tampan, cerdas, dan baik. Semua itu berubah ketika adik perempuannya menikah dengan Pandu.

Sengkuni kecewa ketika adiknya diberikan ke Destarastra oleh Pandu sebagai hadiah istri. Destarastra tunanetra sejak lahir sehingga gampang untuk dipengaruhi oleh Sengkuni. Sebelumnya Sengkuni memiliki nama Trigantalpati. Dikarenakan suatu kejadian yang membuat wajah Trigantalpati menjadi jelek dan bungkuk karena telah memfitnah patih Gandamana pada saat itu telah berkhianat dan mengakibatkan Trigantalpati menjadi patih Astina, menjadi patih baru di Astina pandu memberi nama Sengkuni untuk mengingatkan agar kalau ngomong tidak ngawur dan menimbulkan fitnah.

Singkat cerita Pandawa lahir dan Kurawa lahir. Mereka berdua berseteru hingga terjadinya perang Baratayudha. Untuk yang belum tahu kenapa terjadi perang Baratayudha ada tiga konflik utama yang menyebabkan itu. Pertama, Kurawa mau membunuh Pandawa pada saat penyerahan kerajaan Astina tapi gagal, akhirnya Pandawa lari dan mendirikan kerajaan sendiri bernama Indraprasta.

Kedua, Puntadewa diajak bermain dadu hanya sekedar untuk olahraga akan tetapi di akhir permainan ternyata berjudi hingga bertaruh kerajaan Indraprasta dan berakhir Kerajaan Indraprasta di miliki oleh Kurawa, akan tetapi Bisma tidak terima. Akhirnya Sengkuni mengajukan syarat ke Pandawa untuk bersembunyi di hutan selama dua belas tahun, dan satu tahun di kerajaan, tiga belas tahun bersembunyi dan tidak boleh ketahuan oleh Kurawa maka Pandawa boleh mengambil apa yang jadi haknya.

Ketiga, ketika sudah berhasil melakukan persembunyian ternyata Kurawa tidak menyepakati perjanjian yang dilakukan tiga belas tahun sebelumnya, akhirnya perang terjadi untuk merebut Astina dan Indrpasta.

Keseluruhan konflik tersebut di permainkan oleh Sengkuni, walau di akhir cerita Sengkuni mati dikuliti oleh Werkudara. Tanpa Sengkuni tidak akan terjadi perang Baratayudha, bisa dikatakan Sengkuni adalah prototype sosok kita semua.

Nama saya Firin, tertarik dengan penulis sastra. Pandangan saya tentang kehidupan ialah kebutuhan primer lebih penting daripada kebutuhan sekunder. Pernah kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *