Seperti Bulan dan Matahari merupakan buku yang dituturkan ulang oleh Stanley Harsa. Buku ini termasuk dalam kategori Refrensi / Catatan Perjalanan yang diterbitkan Kompas pada tahun 2015.

Kutipan

PEMANDANGAN DARI ATAS TAMAN MINI INDONESIA INDAH —  Ketika saya tiba untuk pertama kali di Indonesia pada bulan Agustus 1986, tempat pertama yang saya kunjungi adalah  Taman Mini Indonesia Indah, sebuah mikrokosmos Indonesia yang dibangun pada masa kekuasaan Presiden Soeharto yang mulai menyurut, Saat baru saja datang dan terpesona dengan Indonesia, saya berjalan-jalan di antara 26 miniatur provinsi yang diwakili oleh rumah adat, mengunjungi taman, masjid, gereja Katolik, gereja Protestan, dan kuil Hindu dan Buddha, serta menaiki trem yang berjalan melayang di atas danau dan pulau-pulau kecil Nusantara.

Taman Mini merupakan cerminan Bhinneka Tunggal Ika, semboyan bangsa Indonesia yang memiliki konsep yang sama seperti semboyan bangsa Amerika Serikat, E Pluribus Unum (Dari yang Banyak Menjadi Satu). Setiap provinsi terlihat sangat indah. Taman Mini melambangkan keadaan politik Indonesia pada saat itu, setiap provinsi terlihat sangat indah.

Pada tahun 1986, di bawah Soeharto, hanya dalam satu generasi Indonesia bangkit dari kemiskinan dan kelaparan yang amat sangat. Pada tahun 1980, Kenaikan ekonomi Indonesia berjalan lancar dengan peningkatan sebesar enam persen per tahunnya. Bangunan-bangunan tinggi dan pusat perbelanjaan tumbuh seperti jamur di sepanjang Jalan Sudirman di Jakarta. Hotel mewah Nusa Dua di Bali dibuka, surga untuk para wisatawan asing. Di setiap desa terpencil yang saya kunjungi beberapa tahun kemudian, orang-orang membicarakan kabel listrik yang baru dipasang dan jalan jalan beraspal. Bahkan, di desa-desa di hutan terpencil, keluarga-keluarga berkumpul di warung setiap malam untuk menonton siaran TVRI, satu-satunya pemancar televisi nasional. Terima kasih untuk satelit Palapa yang setiap hari memancarkan wajah Soeharto dan para jenderalnya, yang mendirikan rumah sakit-rumah sakit baru dan meresmikan pabrik-pabrik. Pada hari Martin Luther King, pada Februari 1988, saya menonton televisi di kamp penebangan Kayu di Sumatera Utara, tempat ada pemilik warung berkomentar tentang pahlawan pejuang hak sipil Amerika, Martin Luther King, “Oh, saya tidak tahu bahwa Martin Luther King masih hidup!” — Sumber: Buku Seperti Bulan dan Matahari, halaman, 153-154.

Daftar Isi

  • PENGANTAR | Satu Orang, Dua Tanah Air: Lebih dari Sekadar Kenangan | Azyumardi Azra, CBE  — vii
  • Prakata  — ii
  • BAGIAN SATU | Kehidupan
    • Jodoh  — 3
    • Ki Padmosusastro  — I6
    • Solo  — 19
    • Jokowi dan Obama  — 28
    • Keris  — 36
    • Menjaga Silaturahmi  — 43
    • Kesopanan dan Kebahagiaan  — 53
    • Nasi  — 58
  • BAGIAN DUA | New York City sampai Bali
    • Peristiwa 11 September 2001  — 65
    • Menenangkan Kemarahan Rakyat  — 77
    • Bom Bali  — 88
    • J.W. Marriott Jakarta, 5 Agustus 2003  — 97
  • BAGIAN TIGA | Nilai-nilai dan Keimanan
    • Berbagi Nilai-nilai yang Sama  — 103
    • Kebebasan Beragama  — 114
    • Rasisme Kebudayaan  — 123
    • Apakah Kami Charlie Hebdo? — 132
    • Wejangan (Nasihat Para Tetua) — 143
  • BAGIAN EMPAT | Gugur Satu, Tumbuh Seribu
    • Pemandangan dari Atas Taman Mini Indonesia Indah  — 153
    • Democrazy! — 162
    • Lapor Ayam Hilang, Kambing Pun Hilang  — 168
    • Pasukan Siluman  — 173
    • Perbudakan — 180
  • BAGIAN LIMA | Dari Sabang sampai Merauke
    • Serambi Mekkah  — 187
    • Ini Medan Bung  — 203
    • Bundo Kanduang  — 211
    • Papua  — 218
    • Timor Leste  — 222
  • Penutup  — 228
  • Catatan Akhir  — 233
  • Indeks  — 243
  • Tentang Penulis  — 254

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *