Skandal Sastra merupakan tulisan Wahmuji, AS Laksana, Kartin Bandel, dkk. Buku ini termasuk dalam kategori Kumpulai Opini yang diterbitkan Indie Book Corner pada tahun 2016.

___

Polemik sastra memang bukan hal yang baru, baik di Indonesia maupun di Negara lain. Cobakita kembali masa Yunani Kuno sebagai perontohan. Disana para filsuf menggunakan pertikaian sastra sebagai ajang untuk mengolah dan mengasah dialektik serta sebagai momen dekontruksi pengetahan. Berawal dari sastra oral dan berakhir menjadi sastra teks.

Kita mungkin juga tidak asing dengan Nama W. S. Rendra dan Widji Tukul. Mereke memakai sastra sebagai jalan perjuangan melawan pemrintahan yang lalim pada saat itu. Mereka memakai sastra karena mungkin itu yang media yang dirasa cukup mewadahi. Secara tidak lagsung, puisi mereka juga akan melahirkan situasi yang pelik yang akan menggoyahkan kondisi pada saat itu.

Dari itu semua memang sejak awal, sastra memang rentan terhadap polemik, bukan juga berarti rawan terhadap hukum, karena memang seharusnya dia dianggap netral, asal tidak memuat kebohongan, fitnah atau penistaan. Tapi permasalahan tidak memuat hal tersebut juga tidak bisa diterima, karena sastra punya jiwa  dan pakem sendiri. Sebuah polemik lagi, bukan?.

Berbeda dengan perdebatan diatas, polemik yang dimaksud dalam buku “Skandal Sastra-33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” adalah menyoal status Denny Januar Adil (JA) yang dianggap oleh pengkritiknya tidak pantas berada disana (33). Tapi akhirnya polemik ini tidak berakhir disana saja.

Pencatutan Iwan Sukri Munif dan Saut Situmorang sebagai orang bengal yang melontarkan kata “bajingan” juga dilaporkan ke polisi dan KomNas Perempuan atas pelecehan sexual secara verbal oleh Fatin Hamama. Buku ini sedikit banyak menjelaskan pertikaian tersebut sebagai bentuk kritik. Benarkah Denny J.A. berpengaruh? Siapa Fatin Hamama? Sebenarnya apa yang terjadi dengan Saut dan Sukri? Kenapa harus Polisi? Bagaimana dengan Otonomi Sastra?. Pertanyaan itu akan terjawab dengan tulisan-tulisan kritis dalam buku ini.

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Redaksi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Pengangguran suka nongkrong di warung kopi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *