Terjun dan Kisah-Kisah Lain merupakan buku yang ditulis  Nadine Gordimer. Buku ini termasuk dalam kategori Cerpen yang diterbitkan Basabasi pada tahun 2017.

*

Nadine Gordimer, pengarang Afrika Selatan, dengan konsisten merekam dinamika pergulatan manusia-manusia Afrika, yang kini tak lagi hanya terbatas pada sosok berkulit hitam, disebabkan oleh kolonialisme Eropa yang mengharu-biru identitas kebangsaan dan mencacah-cacah wilayah sekaligus mengkategorisasikan warganya berdasarkan tingkat kegelapan warna kulitnya.

Suara tokoh-tokoh rekaan Gordimer dalam Terjun dan Cerita-cerita Lainnya ini mewakili ambiguitas, prasangka, alienasi dan dislokasi manusia-manusia pasca-kolonial Afrika. Maka, sudut pandang seorang Kulit Putih yang mengkhianati teman-teman sewarna kulitnya, yang merancang sebuah proxy war untuk mengadu domba sesama Kulit Hitam setelah sebuah kemenangan Revolusi (dalam Terjun), berkelindan dengan sudut pandang seorang gadis Kulit Hitam yang harus mencerna mengapa ia tak boleh berharap untuk pulang setelah ia mengungsi (dalam Safari Paripurna). Tema “pulang” pun banyak terwedar dalam cerpen-cerpen lainnya, misalnya, Eksodus Ayahku, Teraloyna, Rumah dan Amnesti.

Meskipun ia perempuan Kulit Putih, tetapi Peraih Nobel Sastra pada 1991 ini aktif berpolitik menentang Apartheid di negaranya, sehingga ia pun harus menghadapi sensor rezim supremasi Kulit Putih itu. Setelah era gelap itu berakhir, ia melanjutkan aktivismenya dalam kampanye penanganan HIV/AIDS.

Kutipan

Teraloyna — Hanya merekalah yang cocok, dipulau kami. Para kambing. Setelah berapa lama, entahlah, kami tak tahu; karena kami tak tahu bagaimana atau kapan kami tiba di sana: pasti kapal kandaslah awal mulanya, kami satu keluarga dengan hanya satu nama – Teraloyna. Namun, Othello pernah berhenti di sini; mereka datang dengan perahu-perahu kecil, para lelaki Kulit Hitam itu, bawa tombak. Mereka tak menyakiti kami. Kami selalu memancing ikan dengan menggunakan jaring dari anyaman kulit kayu; mereka mengajari kami menombak ikan besar yang lolos dari jaring kami. Mereka tak pernah balik ke tempat asalnya. Saat kami pergi, kami hanya memiliki seorang anak kecil, dan berkulit muka kasar, bermata biru; warna kulit Kami  tak begitu gelap, tak juga begitu terang.  Sumber; Buku Terjun dan Kisah-Kisah Lain, halama 127.

Daftar Isi

  • Daftar lsi — 5
  • Terjun — 7
  • Pada Suatu Ketika — 31
  • Safari Paripurna — 43
  • Temuan — 63
  • Eksodus Ayahku — 75
  • Beberapa Orang Terlahir — 87
  • Kamerad — 117
  • Teraloy Oylld — 127
  • Momen Sebelum Senapan Meletus — 141
  • Rumah — 151
  • Pampasan — 179
  • Rumah Perlindungan — 207
  • Apa yang Kau Mimpikan? — 247
  • Berolahraga — 267
  • Amnesti — 289
  • Tentang Pengarang — 305

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *