Tradisi Al-quran di Pesisir merupakan buku yang ditulis Muhammad Barir. Buku ini termasuk dalam kategori Akademik yang diterbitkan Nurmahera pada tahun 2017.

Kutipan

Pesisir sebagai akses maritim merupakan pintu gerbang utama dalam penyebaran kebudayaan masa awal masuknya Islam.” Jalur perekonomian yang terbentang dari Selat Malaka hingga pesisir Jawa meninggalkan banyak bekas yang hingga sekarang terabadikan dalam pena-pena kesejarahan negeri archipelago. Pesisir Utara Jawa dianggap lebih spesial, M. Yamin menyebut laut Jawa sebagai laut Nusantara. Masyarakat pesisir menjadi masyarakat yang lebih awal menerima Islam sebagai agama. Hal tersebut berkaitan dengan persentuhan dengan masyarakat internasional yang kala itu telah singgah dan menetap bersama dengan penduduk lokal. Persentuhan ini sebagaimana yang terjadi di Grisse (sekarang Gresik abad ke-11 yang telah terdapat komunitas beragama Islam dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun yang inskripsi pada batu nisannya menunjukkan angka tahun 475 H/1082 M.” Komunitas-komunitas yang kebanyakan adalah Hadrami muslim ini pada gilirannya membawa serta tradisi mereka ke tanah Nusantara baik bahasa, sistem pengetahuan, hukum, dan termasuk agama mereka yang di dalamnya al-Quran menjadi sumber dari segala sumber. Al-Qur an yang menjadi bagian dari kehidupan mereka ikut terbawa seiring kehidupan mereka dalam komunitas-komunitas di tanah Jawa. — Sumber; Tradisi Al-quran di Pesisir, halaman 3-4.

Daftar Isi

  • Pengantar Redaksi — vii
  • Pengantar: Ahmad Rafiq, M.Ag., Ph.D. — ix
  • Pengantar Penulis — xvii
  • Daftar Gambar, Tabel dan Diagram  — xxi
  • Daftar Isi  — xxv
  • Bab I Pendahuluan — 1
  • Bab II Masuknya Islam di Pesisir dan Perkembangan Tradisi ALQur’an —  21
  • A. Masuknya Islam di Pesisir Jawa Bagian Utara — 22
    • Pengaruh Pesisir Utara Jawa dalam Peradaban Maritim Nusantara  — 22
    • Pengaruh Pelayaran Bangsa-bangsa Timur dalam Penyebaran Islam  — 25
    • Munculnya Komunitas-Komunitas Muslim di Pesisir  — 36
    • Sejarah Langgar  — 41
    • Konsep dan Perkembangan Pesantren  — 45
    • Pergeseran Istilah Wali, Sunan, Kiai — 48
  • B. Transmisi Tradisi Keilmuan Al-Qur’an — 54
    • Awal Perkembangan Karakter Lisan dan Tulis al-Qur’an — 55
    • Awal Pengajaran al-Qur an di Jawa — 62
    • Ngaji sebagai Bentuk Tradisi Pendidikan al-Qur’an — 64
    • Kitab Turutan — 66
    • Qira at Mayoritas di Jawa dan Perkembangan Intelektualitas Melalui Haji — 69
    • Perkembangan Seni Kaligrafi — 75
    • Perkembangan Ornamen dan Geometri — 81
    • Era Perkembangan al-Qur’an melalui Sistem Kelembagaan — 84
  • Bab III Pesantren dan Perkembangan Islam di Pesisir Gresik dan Lamongan — 95
  • A. Gresik, Lamongan, dan Pusat-Pusat Peradaban Islam Pesisir — 95
  • B. Pusat-Pusat Peradaban Islam di Pesisir — 103
    • Beberapa Pesantren Berpengaruh di Pesisir Gresik dan Lamongan  — 103
    • Metode Ngaji al-Qur’an ala Pesantren  — 104
    • Kitab-Kitab Tafsir dan Ulum al-Qur’an yang Dikaji  — 105
    • Jaringan Ulama di Pesisir — 108
  • C. Profil Lembaga Pendidikan Islam — 112
    • Pesantren Qomaruddin Sampurnan — 112
    • Pesantren Kranji — 121
    • Profil Kiai Langgar: Guru Nga di Langgar Drajat — 133
  • Ba IV Pengetahuan Kiai dlalam Transmisi dan Transformasi Tradisi Al-qur’an di Gresik dan Lamongan — 137
  • A. Sosok Guru Ngaji dan Legitimasi Kiai-Kiai al-qur,an — 137
  • B. Transmisi dan Transformasi dalam Kelembagaan  — 151
    • Pendidikan al-Quran Tradisional —  151
    • Pendidlikan al-Qur’an dengan metode Tiuruian — 158
    • Ngaji al-Quran seiring Munculnya Sekolah Formal  — 160
    • Metodologi Pendidikan al-Qur’an Berbasis Seni — 162
    • Pendidikan al-Qur’an di Tengah Kesadaran Sosial Kaum Santri  — 167
    •  Perempuan dan Pendidikan al-Qur’an di Pesantren  — 169
    • Institusi dan Kontestasi Tradisi al-Qur’an — 172
  • C. Transmisi dan Transformasi Literatur Tradisi al-Quran di Pesantren — 174
  • D. Relasi Kiai dengan Masyarakat yang Berubah  — 181
    • Gerak Sosial Kiai  — 182
    • Pesantren dan Pengembangan Perekonomian Masyarakat  — 190
  • E. Transmisi dan Transtormasi Pengetahuan Kiai — 199
    • Eksternalisasi: Bentuk Ekspresi Pengetahuan Melalui Perilaku  — 200
    • Objektifikasi: Proses Penyebaran Ide dalam Masyarakat  — 201
    • Internalisasi: Upaya Berpikir Ulang Melalui Individu dalam Masyarakat  — 203
  • Bab V Perkembangan Tradisi Al-Qur’an di Gresik dan Lamongan dalam Konteks Kiai Sebagai Cultural Broker  — 207
  • A. Ekspresi Kultural terhadap al-Qur’an  — 207
    • Al-Qur’an Sebagai Ekspresi Estetis  — 207
    • Al-Qur’an dan Artefak di Sekitarnya — 216
    • Mushaf dan Literatur-literatur al-Qur’an  — 219
    • Al-Quran sebagai Ekspresi Sosial — 226
    • Al-Qur’an sebagai Ekspresi Ritual Magis — 228
    • Al-Quran sebagai Ekspresi  — 235
  • B. Al-Qur’an sebagai Konstruksi Masyarakat — 237
  • C. Hubungan Lingkaran Sentral Tradisi al-Qur’an — 240
  • Bab VI Kesimpulan  — 243
  • A. Eksternalisasi — 246
  • B. Objektifikasi — 247
  • C. Internalisasi — 249
  • Daftar Pustaka — 251
  • Indeks  — 260
  • Biodata Penulis — 265

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *