Tuhan Itu Maha Santai Maka Selowlah merupakan buku yang ditulis Edi AH Iyubenu. Buku ini termasuk dalam kategori Agama yang diterbitkan Diva Press pada tahun 2019.

Kutipan

Kandunganal-Qur’an, secara umum, terbagi dalam tiga hal besar:

Pertama, proklamasi Allah Swt atas KehamakuasaanNya yang tak terbatas. Dia Swt Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, menterjadikan apa saja, semau-mauNya. Gus Mus dalam sebuah pengajiannya di kampung saya, pernah menggunakan istilah begini: Allah Swt itu adalah Dzat Yang Maha Semau Gue. Betul, tiada yang salah dengan istilah bernada candaan tersebut. Jika Allah Swt mau apa saja, terjadilah, kunfayakun.

Kedua, pemberitahuan tentang ajaran agamaNya. Tentang perintah untuk beriman kepadaNya. Lalu tentang perintah-perintah Nya kepada manusia dan sekaligus larangan-larangan Nya. Ini kita kenal sebagai syariat.

Ketiga, pemberitahuan tentang punishandreward. Bahwa kelak di Hari Pembalasan akan ditimpakan azab yang pedih kepada mereka yang membangkang perintahNya, dan akan dikaruniakan hadiah yang lezat kepada mereka yang mematuhi perintahNya. Sumber; Buku Tuhan Itu Maha Santai Maka Selowlah, halaman  6-7.

Fakta ini seyogianya bisa menjadi perlambang bagi kita bahwa keimanan mendahului rasionalitas. Kita bisa menyaksikannya langsung pada sejumlah aspek nyata dalam kehidupan, termasuk hari ini, betapa sangat banyak realitas yang hanya “bisa selesai” dengan mengimaninya saja. Melibatkan nalar ndakik-ndakik secara tidak tepat pada aspek-aspek demikian hanya akan memicu anomali yang tak berkesudahan, kemudian kita menemukan diri ini terkapar dalam belantara halimun kesengkarutan. Stres dan depresi merupakan contoh nyata biasa yang luar merunyak di antara kita sebagai akibat-akibat dari ketidaktepatan pemetaan iman kursi dan nalar tersebut. Sumber; Buku Tuhan Itu Maha Santai Maka Selowlah, halaman 50.

Daftar Isi

  • Pengantar: “Yang Maha Santai” —6
  • Daftar Isi —14
  • Lautan Tinta Takkan Pernah Cukup untuk Menuliskan Kemahaan Allah Swt —15
  • Lakoni Syariat, Arungi Hakikat —23
  • Mengapa Kita Kerap Bersitegang? —32
  • Problematika Kebenaran —40
  • Nasihat Imam Ja’farash-Shadiq kepada Abu Hanifah —48
  • Tergusurnya Para Ahli —53
  • Akibat Negatif Semua Orang Ikut-ikutan Berdakwah —60
  • Dakwah ya Dakwah, Tapi Jangan Ugal-ugalan di Ruang Publik —66
  • RasululLah Saw Saja Santai, Kok —74
  • Dialog Selow Imam Malik dan Imam Syafi’i —82
  • Mari Berguru kepada Ahlinya —85
  • Politak-Politik yang Merumitkan Keadaan —91
  • Hijrah: Kerawanan Materialisasi Taubat —97
  • Mukmin itu Pemikir, Bukan Yak-yakan —117
  • Yang Gemar Mengadakan versus Yang Gemar Menyembunyikan Hakikat Syariat —124
  • Andai Paham llmu Balaghah —151
  • Apakah Menikah Memang Wajib Disegerakan? —130
  • Apa Benar RasululLah Saw Melarang Perempuan Bershalat Jamaah di Masjid? —142
  • Apa Benar Tasawuf Sesat?1 —30
  • Pesona Simbolisme Rohani Para Sufi —171
  • Tentang Penulis —180

Info buku ini dibuat khusus oleh redaksi dalam rangka untuk mempromosikan buku yang kami jual di Gerai Kataloka. Gerai Kataloka merupakan bagian dari Organisasi Kataloka yang menaungi jual-beli buku orisinal. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan buku (judul), sudi kiranya mampir di gerai kami.

Admin Kataloka

Admin situs Kataloka.org.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *